RSS

Pendidikan dan Pelatihan Pimpinan III

04 Apr

Latar Belakang

Pemerintah mempunyai peranan yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan negara yang baik, yang dilakukan bersama dengan unsur-unsur (stakeholders) lainnya yakni dunia usaha (private sectors) dan masyarakat (civil society). Untuk memainkan peranan tersebut, diperlukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki standar kompetensi yang dipersyaratkan oleh jabatannya masing-masing yang terindikasi dari pengetahuan, wawasannya yang luas dan selalu mengikuti perkembangan terbaru d bidang tugasnya, serta dari nilai, sikap, dan perilakunya yang penuh dengan kesetiaan dan ketaatan kepada negara, bermoral dan bermental baik, netral, sadar akan tanggung jawabnya sebagai pelayan publik, dan mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

Untuk dapat membentuk sosok PNS seperti tersebut di atas, perlu dilaksanakan pembinaan melalui jalur Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi seluruh jajaran PNS, terutama terhadap PNS dalam jabatan struktural karena berperan sebagai pengelola dan pelaksana kebijakan publik dan atau keputusan politik. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil dan Surat Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 541/XIII/10/6/2001, 10 Agustus 2001 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III. PNS harus mempunyai kompetensi yang diidentifikasikan sikap dan perilaku yang penuh dengan kesetiaan dan ketaatan sebagai pelayan publik, serta mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk dapat membentuk PNS yang memenuhi kriteria di atas, perlu dilaksanakan pembinaan melalui jalur pendidikan dan pelatihan (diklat) yang mengarah kepada upaya peningkatan:

  1. Sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, bangsa, negara, dan tanah air
  2. Kompetensi teknis, manajerial, dan/atau kepemimpinannya
  3. Efisiensi, efektifitas, dan kualitas pelaksanaan tugas yang dilakukan dengan semangat kerja sama dan tanggung jawab sesuai dengan lingkungan kerja dan organisasinya.

Dalam rangka mencapai tujuan di atas, maka perlu diselenggarakan Diklatpim Tk. III harus dipersiapkan atau direncanakan diklat secara sungguh-sungguh agar pelaksanaan dapat dijalankan secara profesional, efektif dan efisien, dengan menggunakan tata kelola yang akuntabel.

Pengertian Diklatpim Tingkat III

Pendidikan dan pelatihan merupakan proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan Pegawai Negeri Sipil. Diklat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi.

Dasar Hukum

  • Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999;
  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil;
  • Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 193/XIII/10/6/2001 tentang Pedoman Umum Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil;

Jenis Diklat

1. Diklat Prajabatan

Diklat prajabatan merupakan syarat pengangkatan CPNS menjadi PNS. Diklat Prajabatan terdiri dari:

  • Diklat Prajabatan Golongan I untuk menjadi PNS Golongan I;
  • Diklat Prajabatan Golongan II untuk menjadi PNS Golongan II;
  • Diklat Prajabatan Golongan III untuk menjadi PNS Golongan III;

2. Diklat dalam Jabatan

Diklat dalam Jabatan dilaksanakan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap PNS agar dapat melaksanakaan tugas-tugas pemerintahan, dan pembangunan dengan sebaik-baiknya.

Diklat dalam Jabatan terdiri dari :

a. Diklat Kepemimpinan

Diklatpim dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi yang diperlukan dan merupakan syarat bagi PNS yang akan atau telah menduduki jabatan struktural. Diklatpim terdiri atas:

  • Diklatpim Tingkat I adalah Diklatpim untuk Jabatan Struktural Eselon I;
  • Diklatpim Tingkat II adalah Diklatpim untuk Jabatan Struktural Eselon II;
  • Diklatpim Tingkat III adalah Diklatpim untuk Jabatan Struktural Eselon III;
  • Diklatpim Tingkat IV adalah Diklatpim untuk Jabatan Struktural Eselon IV.

b. Diklat Fungsional, dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi yang sesuai dengan jenis dan jenjang Jabatan Fungsional masing-masing.

c. Diklat Teknis, dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi teknis yang diperlukan untuk melaksanakan tugas PNS.

Pelaksanaan Diklat

Sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor, 541/XIII/10/6/2001, tanggal 10 Agustus 2001 tentang Pedoman penyelenggaraan Diklatpim Tk. III dilaksanakan di Badiklat Prov. Jabar selama 49 hari dengan alokasi waktu 360 jam sajian. Untuk kegiatan Observasi Lapangan dilakukan dengan mengadakan kunjungan ke Instansi Pemerintah di mana sasaran itu ditetapkan sesuai dengan topik/tema Diklat. Sedangkan proses pembelajarannya, adalah meliputi :

  1. Jadwal : perlu dibuatkan jadwal waktu pembelajaran dari awal kegiatan hingga akhir kegiatan
  2. Proses kegiatan pembelajaran : dalam proses kegiatan pembelajaran akan saling ada interaksi/komunikasi antara widyaiswara, peserta, pengamat dan petugas sekretariat
  3. Setting tempat pembelajaran, meliputi : setting ruang belajar, ruang sekretariat dan sarana /fasilitas pembelajaran ( laptop, LCD dan sebagainya)
  4. Proses belajar : dalam proses belajar itu terdiri dari SAP (satuan acara pembelajaran), bahan belajar, modul, bahan sajian.

Untitleds

 

Alir Kerja

Apabila digambarkan ke dalam bentuk alir kerja dari proses persiapan sampai pelaporan penyelenggaraan Diklatpim Tk. III, maka dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Alir kerja ini menggambarkan alir kerja penyelenggaraan Diklatpim Tk. III di lingkungan Kemendiknas melingkupi Input, Proses, Output, dan Outcome dengan menekankan pada proses PDCA. Sehingga dengan pendekatan SMM ISO 9001:2008, diklat yang diselenggarakan dapat dilihat terukur tingkat keberhasilannya. Di bawah ini melalui gambar Alir kerja penyelenggaraan Diklatpim Tk. III.

Untitleds

Persyaratan Peserta Dan Widyaiswara

1. Persyaratan Peserta

a. Persyaratan Peserta

Peserta Diklatpim Tingkat III adalah PNS yang telah atau akan menduduki jabatan struktural eselon III yang memiliki persyaratan berikut:

1)      Sikap, Perilaku dan Potensi yang meliputi:

  • moral yang baik;
  • dedikasi dan loyalitas terhadap tugas dan organisasi;
  • kemampuan menjaga reputasi diri dan instansinya;
  • jasmani dan rohani yang sehat;
  • motivasi yang tinggi untuk meningkatkan kompetensi; serta
  • prestasi yang baik dalam melaksanakan tugas.

2)      Usia maksimal 54 tahun untuk eselon III dan 50 tahun untuk eselon IV

3)      Pangkat minimal Penata ( III/c).

4)      Pendidikan serendah-rendahnya sarjana muda bagi pejabat eselon III dan strata satu (S1) untuk pejabat eselon IV, atau yang memiliki kompetensi setara dengan yang penyetaraannya ditetapkan oleh Baperjakat instansi yang bersangkutan.

5)      Menguasai Bahasa Inggris minimal pasif dan memiliki skor TOEFL minimal 350 atau yang setara.

6)      Lulus test yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Kemendiknas.

b. Kelengkapan dan persyaratan yang harus dibawa :

Untuk dapat mengikuti Diklatpim Tk. III peserta dapat memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Adapun persyaratan-persyaratan tersebut adalah sebagai berikut:

a)      Surat tugas dari pimpinan unit kerja pengirim

b)      Fotocopy surat keputusan terakhir, dan atau telah menduduki jabatan eselon III

c)      Surat keterangan dokter (lampiran surat keterangan kesehatan).

d)     Pas photo terbaru (berwarna dengan dasar merah) pakaian sipil lengkap (PSL), wanita pakaian nasional, ukuran 4 x 6 = 2 lembar, dan ukuran 3 x 4 = 2 lembar.

e)      Membawa pakaian secukupnya dengan ketentuan:

  • Baju lengan panjang dan dasi bagi pria ( wanita tanpa dasi) untuk selama kegiatan perkuliahan.
  • PSL bagi pria (wanita menyesuaikan) untuk acara pembukaan dan penutupan
  • Seperangkat pakaian olahraga untuk kegiatan senam pagi.

f)       Fotocopy DP3.

 

2. Persyaratan Widyaiswara

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan widyaiswara adalah sebagai berikut.

  1. Memiliki kompetensi sesuai bidangnya atau materi yang akan disajikan
  2. Menguasai materi sajian
  3. Menggunakan pendekatan belajar orang dewasa (andragogi)
  4. Menggunakan media pembelajaran yang relevan dengan TIU dan TIK.
  5. Mampu mengajar dalam tim.
  6. Mampu mengidentifikasi topik mata sajian.
  7. Menyerahkan jurnal mengajar
  8. Berperilaku luwes atau fleksibel dan komunikatif
  9. Menyerahkan matrik kompetensi widyaiswara ke penyelenggara

 

Tata Tertib Peserta

  1. Peserta dinyatakan sah mengikuti diklat apabila telah terdaftar sebelumnya dan setelah diperiksa memenuhi persyaratan.
  2. Peserta yang datang terlambat lebih dari dua hari akan dikembalikan ke instansi yang bersangkutan tanpa penggantian biaya perjalanan.
  3. Selama mengikuti program, peserta diwajibkan berpakaian rapi dan berdasi. Peserta wanita berpakaian bebas, rapi, dan sopan.
  4. Peserta wajib mengenakan tanda pengenal selama mengikuti program diklat.
  5. Peserta harus berpakaian rapi dan sopan ketika berada di ruang makan, ruang tamu, dan selama mengikuti program. Peserta tidak boleh menggunakan sandal dan atau celana pendek  di ruang makan atau di ruang tamu.
  6. Di luar kegiatan perkuliahan dan obsevasi lapangan atau kegiatan resmi lainnya, peserta  oleh berpakaian tanpa dasi.
  7. Peserta tidak diperkenankan menerima tamu pada jam-jam kegiatan, kecuali bila ada hal-hal yang sangat penting dan mendesak.
  8. Kecuali atas izin panitia dan untuk hal-hal yang sangat mendesak, peserta tidak diperkenankan meninggalkan salah satu kegiatan yang telah dijadwalkan.
  9. Peserta tidak diperkenankan menggunakan handphone dalam kegiatan perkuliahan, ceramah, atau diskusi kelompok.
  10. Peserta menyediakan sendiri perlengkapan pribadi selam mengikuti program.
  11. Peserta harus mengikuti seluruh kegiatan yang diprogramkan dan menandatangani daftar hadir yang disediakan.
  12. Peserta dilarang merokok selama berlangsungnya kegiatan dan di tempat-tempat yang terdapat tanda larangan merokok.
  13. Peserta harus senantiasa menjaga kebersihan serta menjaga norma-norma etika dan susila selama mengikuti kegiatan diklat. Peserta yang diketahui melakukan perbuatan asusila akan dikembalikan ke instansinya.
  14. Peserta berpartisipasi aktif dalam mengikuti kegiatan, baik pada waktu perkuliahan, observasi lapangan, senam kesegaran jasmani, dan kegiatan lain yang diprogramkan.
  15. Jadwal makan diatur sebagai berikut :
    1. Makan pagi : pukul 06.30 – 07.00
    2. Makan siang : pukul 13.00 – 14.00
    3. makan malam : pukul 18.00 – 19.00
    4. makanan kecil dan minuman disesuaikan dengan kegiatan.

 

Metode Pembelajaran

Metode Pembelajaran yang digunakan dalam program Diklatpim Tk. III Kemendiknas perlu mencakupkan penggunaan metode berikut.

  1. Ceramah dan tanya jawab.

Kegiatan ceramah pada sesi perkuliahan merupakan kegiatan belajar mengajar penyampaian materi yang mencakup semua mata ajar, seperti yang tercantum dalam struktur program. Di dalam ceramah diikuti tanya jawab sebagai penjelasan atau kelengkapan baik dari widyaiswara dan peserta, sehingga sajian menjadi lebih dinamis dan menarik, tidak membosankan

  1. Diskusi

Diskusi merupakan bagian dari program pembelajaran yang melibatkan seluruh peserta yang dilaksanakan oleh masing-masing widyaiswara, sebagai bagian dari teknik/metode dalam proses pembelajaran dalam mengungkapkan aspirasi atau pemikiran tentang permasalahan yang didiskusikan, sehingga dapat mempertajam dan melandasi dalam proses sajian tersebut.

  1. Simulasi dan permainan peran

Pada tahap simulasi ini, peserta diajak dan dilibatkan dalam suatu kasus tertentu yang berkaitan dengan sajian yang diberikan, agar seakan-akan peserta merasakan dan mengalami apa yang diperankan atau disimulasikan pada materi yang disajikan. Dalam simulasi atau permainan peran ini menjadikan bukti awal dan sebagai pengalaman nyata yang dirasakan oleh peserta

  1. Praktik

Kegiatan praktik dirancang agar setiap peserta memperoleh kesempatan menerapkan teknik atau prosedur yang dipelajari. Ini dilakukan berkenaan dengan materi yang disajikan baik secara kelompok atau indIIIidu untuk agar peserta dapat melakukan dan membandingkan antara teori dan kenyataan di lapangan (dikerjakan)

  1. Analisis Kasus

Metode pembelajaran ini dirancang agar setiap peserta dapat mengalami atau merasakan dalam menghadapi kasus, untuk dibahas dari materi yang disajikan. Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana tingkat kesungguhan peserta dalam melakukan analisis terhadap kasus-kasus yang diberikan dan dapat menyusun langkah-langkah untuk mengambil keputusan dari hasil dianalisis oleh peserta dari kasus tersebut.

Pada lingkup ini peran fasilitator atau widyaiswara sangat penting dan dapat dan bahkan diharapkan memperkaya proses pembelajaran dengan menggunakan metode lain. Fasilitator tidak diperkenankan menggunakan metode tertentu yang tidak terkait benar dengan upaya mencapai tujuan pembelajaran. Fasilitator juga dilarang keras hanya menggunakan satu metode pembelajaran seperti ceramah.

EVALUASI KEGIATAN DIKLAT

Evaluasi adalah proses penerapan prosedur ilmiah untuk mengumpulkan informasi yang valid dan reliabel untuk membuat keputusan tentang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Sedangkan evaluasi terhadap penyelenggaraan Diklatpim Tk. III dilakukan melalui, penilaian terhadap : peserta, kinerja penyelenggaraan, dan Widyaiswara.

A. Evaluasi Terhadap Peserta

Penilaian terhadap peserta diklat meliputi dua aspek, yaitu aspek sikap dan perilaku kepemimpinan dengan bobot 45 %, dan aspek akademis/penguasaan materi dengan bobot 55 %. Nilai terendah 0 (nol) dan nilai tertinggi adalah 100.

1. Penilaian Aspek Sikap dan Perilaku Kepemimpinan

Unsur yang dinilai dalam aspek ini dan bobotnya masing-masing adalah disiplin (10%), kerjasama (10%), Prakarsa (10%), dan kepemimpinan (15%). Pengumpulan informasi penilaian sikap dan perilaku kepemimpinan dilakukan oleh fasilitator (widyaiswara), penyelenggara (pengamat), atau tenaga lain yang ditugaskan. Pengamatan aspek sikap dan perilaku ini dilakukan dalam:

  • kegiatan belajar dikelas
  • kegiatan harian di asrama
  • kegiatan diskusi dan penyusunan kertas kerja/tugas-tugas dan seminar
  • kegiatan olah raga dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya
  • kegiatan out bound, dan
  • kegiatan observasi lapangan.

Indikator yang dinilai dari masing-masing unsur sikap dan perilaku kepemimpinan adalah sebagai berikut :

a)      Disiplin

Disiplin adalah ketaatan dan kepatuhan peserta terhadap seluruh ketentuan yang telah ditetapkan penyelenggara. Indikator mengenai hal ini diperoleh dari :

  • kerapian berpakaian,
  • ketepatan hadir dalam setiap kegiatan
  • kesungguhan mengikuti setiap kegiatan, serta
  • kejujuran dan kesungguhan dalam melaksanakan tugas.

b)     Kerjasama

Kerjasama adalah kemampuan untuk berkoordinasi dalam menyelesaikan tugas secara tim, serta mampu meyakinkan dan mempertemukan gagasan. Indikator kerjasama adalah :

  • kontribusi dalam menyelesaikan tugas bersama
  • membina keutuhan dan kekompakan kelompok
  • tidak mendikte atau mendominasi kelompok, serta
  • mau menerima pendapat orang lain.

c)         Prakarsa

Prakarsa adalah kemampuan untuk mengajukan gagasan yang bermanfaat bagi kepentingan kelompok atau kepentingan yang lebih luas. Indikator prakarsa adalah:

  • membantu menciptakan iklim yang menggairahkan
  • mampu mengajukan saran untuk kelancaran diklat
  • aktif mengajukan pertanyaan yang relevan, serta
  • mampu mengendalikan diri, waktu, situasi, dan lingkungan.

d)     Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah kemampuan bersikap taat asas, bertanggung jawab, memiliki visi ke depan, serta mampu memperdayakan tim secara demokratis. Indikator kepemimpinan adalah:

  • konsisten dan bertanggung jawab
  • visioner
  • memberdayakan, serta
  • demokratis.

Penilaian terhadap sikap dan perilaku kepemimpinan peserta dilakukan berdasarkan pengamatan yang cermat oleh widyaiswara, penyelenggara, pembimbing, pendamping, pengamat dan lain-lain pihak yang secara fungsional bertanggung jawab dalam proses belajar-mengajar selama diklat berlangsung baik kegiatan di dalam maupun diluar kelas.

2. Penilaian Aspek Akademis/Penguasaan Materi

Unsur yang dinilai mengenai aspek penguasaan materi dan bobotnya adalah sebagai berikut :

  • Hasil ujian akhir                          : 20 %
  • Kertas Kerja Perseorangan     : 15 %
  • Kertas Kerja Kelompok             : 10 %
  • Observasi lapangan                  : 10 %

                                   Jumlah                         : 55 %

Nilai aspek akademis/penguasaan materi merupakan penjumlahan Nilai bobot ujian akhir, Kertas Kerja Perseorangan (KKP), Kertas Kerja Kelompok (KKK), dan Observasi Lapangan (OL) dengan ketentuan:

a)      Ujian Akhir

Ujian akhir terutama difokuskan pada aspek kemampuan kognitif dan bersifat komprehensif, dilakukan setelah seluruh mata diklat dalam kurikulum Diklatpim Tingkat III diberikan. Penyiapan soal ujian akhir, penyelenggaraan ujian, serta koreksi dan penilaiannya dilakukan bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN).

b)     Penilaian terhadap kualitas dan penguasaan KKP

KKP adalah karya tulis yang disusun oleh setiap peserta berupa rencana kerja peningkatan kinerja yang akan dicapai setelah peserta kembali ke unit kerjanya masing-masing dan diseminarkan. Nilai KKP diberikan oleh Widyaiswara dan atau  pembimbing pada saat pendalaman dan penyajian dalam seminar, yang meliputi indikator sebagai berikut:

  1. Kualitas KKP, terdiri atas :

  • Identifikasi masalah
  • Analisis masalah
  • Pemecahan masalah
  • Sistematika penulisan

  1. Kualitas presentasi, terdiri dari :

  • Efektifitas teknik presentasi
  • Penguasaan materi.

c)      Penilaian terhadap penguasaan KKK

KKK adalah kertas kerja yang disusun oleh kelompok-kelompok peserta diklat dengan fokus bahasan sesuai dengan tema Diklatpim Tk. III. Nilai KKK diberikan oleh Widyaiswara pemandu diskusi, penilai atau nara sumber pada saat diskusi penyusunan dan seminar KKK yang meliputi indikator sebagai berikut:

  • Kesungguhan dalam partisipasi
  • Kualitas hasil pemikiran
  • Keefektifan menyampaikan pertanyaan, jawaban dan tanggapan.

d)     Penilaian terhadap penguasaan materi Observasi Lapangan (OL).

Observasi lapangan adalah kegiatan pembelajaran yang memberikan kemampuan untuk melakukan pengumpulan data yang berhubungan dengan praktek pelayanan publik untuk memperkaya penulisan KKK dan KKP. Penilaian terhadap Observasi lapangan meliputi kegiatan-kegiatan dengan indikator sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan OL

  • Kemampuan mengidentifikasi masalah
  • Kemampuan menempatkan diri sebagai peserta diklat.

  1. Pra seminar

  • Kualitas hasil pemikiran
  • Teknik menyampaikan pertanyaan jawaban
  • Kemampuan mengakomodasi.

  1. Seminar
  • Presentasi Kertas Kerja Observasi Lapangan (KKOL)
  • Menerima masukan nara sumber.

Penilaian terhadap peserta dalam aspek akademis/penguasaan materi dilakukan berdasarkan pemeriksaan yang cermat terhadap hasil ujian akhir, kualitas kertas kerja, penyajian dan penguasaan KKP, partisipasi dan kualitas pemikiran, pembahasan dan tanggapan dalam penyusunan KKK, kemampuan melakukan OL dan partisipasi dalam seminar. Penilaian aspek akademis/penguasaan materi ini dilakukan oleh penyelenggara, widyaiswara, pembimbing, nara sumber, dan moderator seminar.

3. Hasil Akhir Kelulusan Peserta

Evaluasi akhir dilakukan untuk menentukan kualifikasi kelulusan peserta, oleh suatu tim yang terdiri dari :

  • Kapusdiklat ( selaku ketua tim rapat evaluasi akhir)
  • Kepala Biro Kepegawaian Kemendiknas
  • Pejabat dari LAN
  • Kabid Program dan Evaluasi (penanggung jawab evaluasi program diklat)
  • Para ketua penyelenggara, sekretaris, koordinator widyaiswara.

Evaluasi ditetapkan berdasarkan informasi yang dihimpun oleh petugas berikut :

  • Fasilitator mata diklat
  • Petugas pengamat dari masing-masing Satgas
  • Pemandu pada waktu diskusi dan seminar
  • Pemeriksa KKP dan KKK
  • Pemeriksa ujian dari LAN
  • Pimpinan dan pendamping kegiatan Observasi Lapangan.

Rapat pengambilan keputusan juga dapat menggunakan masukan dari para peserta dalam menentukan peringkat kelulusan.

4. Kualifikasi Kelulusan

Kualifikasi kelulusan peserta ditetapkan sebagai berikut :

  • Sangat Memuaskan (skor : 92,5 – 100);
  • Memuaskan (skor : 85 – 92,4)
  • Baik Sekali (skor : 77,5 – 84,99)
  • Baik (70 – 77,4); serta
  • Tidak Lulus (skor dibawah 70).

Apabila nilai rata-rata akhir yang dicapai peserta kurang dari 70 dinyatakan tidak lulus. Ketidak hadiran peserta melebihi 5% dari keseluruhan jumlah jam pelajaran (sejak pembukaan sampai dengan penutupan) dinyatakan gugur.

5. Sertifikasi

Kepada peserta diklat yang telah menyelesaikan seluruh program dengan baik dan dinyatakan lulus, diberikan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP).

Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan

Penilaian kinerja penyelenggaraan adalah upaya untuk menentukan tingkat kinerja penyelenggara. Aspek yang dinilai terhadap kinerja penyelenggara adalah sebagai berikut :

  1. Efektifitas penyelenggaraan.
  2. Kesiapan dan ketersediaan sarana diklat.
  3. Kesesuaian pelaksanaan program dengan rencana.
  4. Kebersihan kelas, asrama, kafetaria, dan toilet.
  5. Ketersediaan dan kelengkapan bahan diklat.
  6. Ketersediaan fasilitas olahraga, kesehatan, dan ibadah.
  7. Pelayanan terhadap peserta dan fasilitator.
  8. Administrasi diklat peserta meliputi :
  • Sejauhmana penatausahaan Diklat telah dilaksanakan dengan baik;
  • Tersusunnya seluruh dokumen dan bahan-bahan diklat dalam suatu file.

Hasil diolah dan disimpulkan oleh penyelenggara sebagai bahan masukan untuk penyempurnaan program diklat yang akan datang dan bahan akreditasi Lembaga Diklat.

Evaluasi Terhadap Widyaiswara

Aspek yang dinilai dari widyaiswara adalah sebagai berikut :

  1. Pencapaian tujuan instruksional.
  2. Sistematika penyajian.
  3. Kemampuan menyajikan/memfasilitasi sesuai program diklat.
  4. Ketepatan waktu kehadiran dalam penyajian.
  5. Penggunaan metode diklat.
  6. Penggunaan sarana diklat.
  7. Perilaku dalam memfasilitasi pembelajaran.
  8. Cara menjawab pertanyaan peserta.
  9. Penggunaan bahasa.
  10. Pembinaaan motifasi kepada peserta
  11. Penguasaan materi
  12. Kerapian berpakaian
  13. Kerjasama di antara para widyaiswara/fasilitator (dalam tim)

Penilaian terhadap widyaiswara dilakukan oleh peserta dan penyelenggara diklat. Hasilnya diolah dan disampaikan oleh penyelenggara kepada setiap widyaiswara pada masa yang akan datang.

Pelaporan

Setelah selesai pelaksanaan Diklat Kepemimpinan Tingkat III, Ketua Penyelenggara menyampaikan laporan tertulis hasil pelaksanaan diklat kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kemendiknas, tembusan kepada Kepala Bidang Penyelenggaraan, Bidang Program dan Evaluasi, dan sumber dana (Rutin). Adapun tujuan pembuatan laporan adalah :

  1. Sebagai pertanggungjawaban panitia atau satgas dalam penyelenggaraan diklat yang harus dipenuhi.
  2. Sebagai bahan evaluasi tingkat keberhasilan panitia atau satgas dalam penyelenggaraan diklat.
  3. Sebagai bahan informasi dalam pengambilan keputusan untuk penyelenggaraan diklat pada masa yang akan datang.
  4. Untuk perbaikan-perbaikan secara berkelanjutan.

 

Kesimpulan

Persiapan diklat melalui Bidang Program dan Evaluasi, khusus Diklatpim III menjabarkan struktur program dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) menjadi jadwal operasional harian sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh LAN. Di samping itu melakukan proses persiapan-persiapan yang meliputi widyaiswara, modul, peserta yang berkaitan dengan Diklatpim. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan diklat, maka Bidang Program dan Evaluasi melakukan persiapan evaluasi terhadap seluruh jenis diklat dengan menggunakan format evaluasi yang telah ditetapkan dengan 3 kelompok evaluasi yaitu; evaluasi terhadap peserta, evaluasi terhadap penyelenggaraan, dan evaluasi terhadap widyaiswara.

Pelaksanaan diklat ditugaskan kepada Bidang Penyelenggaraan, setelah menerima program dan peserta dari Bidang Program dan Evaluasi. Bidang Penyelenggara melakukan persiapan-persiapan, antara lain; pemanggilan peserta, penerimaan, penyusunan jadwal, kelengkapan peserta, proses pembelajaran, observasi lapangan, seminar, verifikasi widyaiswara, penutupan, pengembalian peserta dan pelaporan penyelenggaraan diklat.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 April 2014 in Education

 

Tag: , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: