RSS

Pelatihan Kewirausahaan untuk Mahasiswa

03 Apr

LATAR BELAKANG

Maraknya pengangguran yang terjadi dari tahun ke tahun semakin menjadi masalah yang belum tertuntaskan. Badan Pusat Statistik merilis Sebanyak 1,22 juta  sarjana tercatat menjadi pengangguran. Hal ini disebabkan oleh rendahnya serapan pasar bagi lulusan Perguruan Tinggi dari tahun ke tahun,  kesempatan kerja yang semakin kecil, sementara di sisi yang lain lulusan Perguruan Tinggi semakin bertambah.  Hal ini menyebabkan persaingan mendapatkan lapangan kerja semakin ketat dan kompetitif Bahkan mereka yang lulus perguruan tinggi semakin sulit mendapatkan pekerjaan karena tidak banyak terjadi ekspansi kegiatan usaha.

Kondisi tersebut didukung pula oleh kenyataan bahwa sebagian besar lulusan Perguruan Tinggi adalah sebagai pencari kerja (job seeker) bukan pencipta lapangan kerja (job creator). Hal ini disebabkan sistem pembelajaran yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi lebih mendorong mahasiswa cepat lulus dan mendapatkan  pekerjaan, bukannya lulusan yang siap menciptakan lapangan kerja. Kondisi ini menempatkan Perguruan Tinggi pada posisi yang sulit, dimana perguruan Tinggi dituntut harus selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sementara pada sisi lain harus menyiapkan lulusan yang memiliki jiwa dan kemampuan wirausaha.

Untuk menumbuh kembangkan jiwa wirausaha dan meningkatkan aktivitas kewirausahaan pada diri mahasiswa, maka sangat penting diadakannya suatu pendidikan dan pelatihan kewirausahaan pada mahasiswa.

DEFINISI KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti : pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.

Dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:

  1. Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan.
  2. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Wira Usaha juga dapat dikatakan sebagai kemampuan untuk berdiri sendiri, berdaulat, merdeka lahir batin, sumber peningkatan kepribadian, atau bias disebut sebagai suatu proses dimana orang mengajar peluang, merupakan sifat mental dan sifat jiwa yang selalu aktif, dituntut untuk mampu mengelola, menguasai, mengetahui dan berpengalaman untuk memacu kreatifitas

Dapat di simpulkan bahwa pengertian kewirausahaan/kewiraswastaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang baik atau memperoleh keuntungan yang lebih besar dengan memanfaatkan sumber kekayaan yang ada dengan bersumber pada kekayaan sendiri.

Dengan berwirausaha akan menunjang ekonomi keluarga / pemerintah, baik industri dan perdagangan. Pertumbuhan industri yang diikuti kemajuan perdagangan akan melahirkan kesempatan kerja baru. Lapangan kerja baru ini akan menampung tenaga kerja baru, yang pada hakekatnya mengurangi pengangguran, mengatasi ketegangan sosial, meningkatkan taraf hidup masyarakat, memajukan ekonomi bangsa dan negara, pada akhirnya menentukan pula keberhasilan pembangunan nasional.

JENIS DAN BENTUK KEWIRAUSAHAAN

Ruang lingkup kewirausahaan sangat luas sekali. Secara umum, ruang lingkup kewirausahaan adalah bergerak dalam bisnis. Jika diuraikan secara rinci ruang lingkup kewirausahaan, bergerak dalam bidang:

1.  Lapangan agraris

  • Pertanian
  • Perkebunan dan kehutanan

2. Lapangan perikanan

  • Pemeliharaan ikan
  • Penetasan ikan
  • Makanan ikan
  • Pengangkutan ikan

3. Lapangan peternakan

  • Bangsa burung atau unggas
  • Bangsa binatang menyusui

4. Lapangan perindustrian dan kerajinan

  • Industri besar
  • Industri menengah
  • Industri kecil
  • Pengrajin -Pengolahan hasil pertanian -Pengolahan hasil perkebunan -Pengolahan hasil perikanan -Pengolahan hasil peternakan -Pengolahan hasil kehutanan

5. Lapangan pertambangan dan energi

6 Lapangan perdagangan

  • Sebagai pedagang besar
  • Sebagai pedagang menengah
  • Sebagai pedagang kecil

7. Lapangan pemberi jasa

  • Sebagai pedagang perantara
  • Sebagai pemberi kredit atau perbankan
  • Sebagai pengusaha angkutan
  • Sebagai pengusaha hotel dan restoran
  • Sebagai pengusaha biro jasa travel pariwisata
  • Sebagai pengusaha asuransi, pergudangan, perbengkelan, koperasi, tata busana, dan lain sebagainya.

 

KARAKTERISTIK WIRAUSAHAWAN SUKSES

Seseorang yang berwirausaha memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Innovational menemukan dan menerima ide-ide baru dalam berproduksi.
  2. Capital Acumulation (pembinaan modal) yakni menginginkan pemupukan modal yang di gunakan untuk proses kelangsungan selanjutnya.
  3. Leadhership (kepemimpinan) yang menunjuk ciri merancang, melaksanakan dan mengarahkan pada proses tujuan.
  4. Risk taking (keinginan mengambil resiko) dengan mempertimbangkan dan menerima resiko yang layak.
  5.  Manajerial (pinata laksanaan) yang baik untuk di terapkan untuk
  6. merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi produksi yang telah di jalankan.

Berdiri sendiri dalam arti wirausaha tidak di artikan sebagai suatu tindakan menutup diri sendiri atau menyendiri, akan tetapi lebih di tekankan pada pengertian kepercayaan pada dirinya sendiri yang memang sangat di perlukan dalam mengatasi hidup. Seorang wira usaha dalam bekerja selalu menekankan segi kemampuan:

  1. Kepercayaan pada diri sendiri.
  2. Rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan.
  3. Berkemauan keras untuk maju.
  4. Berdisiplin dan menghargai waktu.
  5. Inovatif.
  6. Pengelolaan usaha.
  7. Pengambilan resiko yang layak.

 

MEMBANGUN JIWA WIRAUSAHA PADA MAHASISWA

Jiwa wirausaha dan pantang menyerah, memang tidak dimiliki oleh semua orang. Ada orang-orang yang sejak kecil memiliki jiwa yang kuat dan pantang menyerah menghadapi permasalahan yang dihadapinya, tetapi ada pula orang-orang yang jika tidak disuruh atau ditunjukkan secara jelas, tidak bisa berbuat apa-apa atau bersikap pasif dalam menghadapi kehidupan. Namun bukan berarti jiwa itu tidak bisadibangkitkan.

Menurut teori yang sekarang dianut oleh banyak pengembang bahwa jiwa kewirausahaan itu bisa dibangkitkan melalui pembelajaran dan pelatihan. Orang-orang yang tadinya tidak memiliki jiwa wirausaha, setelah melalui pendidikan dan pelatihan bisa menjadi orang-orang yang hebat dan tangguh. Karena itu, jika para mahasiswa, setelah keluar dari perguruan tinggi tidak memiliki jiwa wirausaha itu, mungkin karena pendidikan yang dikembangkan perguruan tinggi, tidak mengajarkan bagaimana cara membangkitkan jiwa wirausaha dalam diri mereka, sehingga mereka pasif dalam menghadapi masa depan mereka.

Salah satu alternatif untuk membangkitkan jiwa wirausaha mahasiswa
adalah dengan memberikan pendidikan dan pelatihan tentang kewirausahaan. Karena pendidikan dan pelatihan kewirausahaan mahasiswa akan dibekali wawasan tentang kewirausahaan. Pembekalan secara teoritis tentang kewirausahaan bisa dilakukan secara bersama-sama dalam satu gedung pertemuan selama beberapa hari, lalu dilanjutkan dengan survey ke beberapa perusahaan atau tempat usaha yang mungkin bisa diaplikasikan oleh para mahasiswa.

MODEL DIKLAT KOPERASI MAHASISWA

Dalam artikel ini akan mencoba membahas pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa yang ada di Koperasi Bumi Siliwangi Universitas Pendidikan Indonesia (KOPMA BS UPI Bandung). Sekilas mengenai profil  lembaga, Koperasi Mahasiswa ini  bergerak di bidang perdagangan dan jasa. Lembaga ekonomi ini merupakan (badan usaha) lembaga kemahasiswaan. Sehingga KOPMA mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai wahana pelayanan dan peningkatan kesejahteraan mahasiswa, juga sebagai wahana pendidikan yaitu tempat pembentukan kader koperasi (human invesment). Lembaga ini berdiri secara resmi pada bulan Juni 1975 dengan nama Koperasi Mahasiswa FKIS IKIP Bandung yang diikuti oleh pemberian status Badan Hukum Koperasi dari Departemen Perdagangan dan Koperasi Kodya Bandung dengan Nomor. 6528/BH/DK.10/1 tahun 1976. Koperasi ini dinyatakan sebagai “Koperasi Mahasiswa Pertama di Indonesia yang berbadan hukum” dengan memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga sendiri. Kemudian koperasi ini berganti nama dengan mengacu pada pada hasil lokakarya (dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 1985)  menjadi Koperasi Mahasiswa Bumi Siliwangi IKIP Bandung” yang seiring dengan perubahan nama institusi menjadi Universitas Pendidikan Indonesia, maka selanjutnya disebut Koperasi Mahasiswa Bumi Siliwangi Universitas Pendidikan Indonesia yang disahkan oleh  Rektor IKIP Bandung melalui SK nomor. 6750/PT.25.R.I/E/1985 .

A. Gambaran diklat kewirausahaan bagi mahasiswa di KOPMA Bumi Siliwangi UPI Bandung

Pelatihan Kewirausahaan untuk jiwa muda ini adalah suatu proses kegiatan peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang kewi­rausahaan yang diperuntukkan bagi para pemuda, agar mereka mengenali, berminat dan mampu menjadi wirausahawan tangguh.  KOPMA BS UPI Bandung menyelenggarakan diklat kewirausahaan untuk para mahasiswa baik untuk anggota KOPMA itu sendiri, mahasiswa UPI ataupun umum. KOPMA BS ini mengadakan kerja sama dengan beberapa lembaga-lemabaga yang tentunya berhubungan dengan kewirausahaan seperti dengan  LAPENKOP , Dinas Koperasi dan UMKM, dan berbagai perusahaan sponsor.

1. Tujuan Diklat

Adapun tujuan dari diselenggarakannya diklat tersebut adalah :

  • pengenalan teori kewirausahaan
  • menanamkan jiwa wirausaha
  • peningkatan kompetensi wirausaha muda

2. Metode Diklat

Metode yang digunakan dalam diklat kewirausahaan ini adalah seperti :

  • Ceramah
  • diskusi
  • kunjungan lapangan

3. Strategi diklat

  • Penyebarkan media promosi (baligo, leaflet, poster, dll)
  • Doorprize
  • Peserta berkesempatan mengikuti lomba dengan hadiah mendapat modal usaha dan pendampingan.

4. Kurikulum yang digunakan dalam diklat

  • Kurikulum pendidikan dan pengkaderan kopma bs upi

Adapun beberapa materi yang diberikan dalam diklat ini adalah :

– Membangun Jiwa Kewiausahaan

– Mengenal Konsep Dasar Kewirausahaan

– Manajemen Usaha Kecil

– Perencanaan Usaha

– Kunjungan Lapangan dan Praktik Bisnis

B. Bentuk rancangan diklat kewirausahaan bagi mahasiswa di KOPMA Bumi Siliwangi UPI Bandung

1. Mengidentifikasi Kebutuhan Pelatihan

Sebelum pelatihan diselenggarakan,dilakukan identifikasi terhadap kebutuhan dan potensi-potensi penyeleng­garaan pelatihan. Identifikasi kebutuhan pelatihan dimak­sudkan untuk mencari dan menetapkan jenis-jenis kemampuan wirausaha yang harus dimiliki pemuda peserta pelatihan, yang selanjutnya diterjemahkan kedalam materi-materi pela­tihan.

Hal lain yang perlu diidentifikasi adalah potensi-potensi penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan, baik yang positif maupun negative, yang meliputi tenaga ahli (pelatih dan narasumber), permodalan, bantuan sarana, teknologi dan pemasaran. Potensi-potensi tersebut dapat dari perseorangan maupun kelompok dan kelembagaan.

2.  Menyusun Desain Pelatihan

Desain pelatihan mencakup gagasan dan rencana kerja pelatihan yang berorientasi pada pengembangan kewirausahaan pemuda. Dalam konteks ini, pelatihan diartikan bukan hanya pembelajaran dalam kelas, tetapi termasuk juga pembimbingan dan pendampingan di alam kerja/lapangan.

3.  Menyusun Kurikulum Pelatihan

Kurikulum pelatihan pada dasarnya merupakan skenario penyajian materi dalam pelatihan, yang berfungsi memandu pelatih dan panitia dalam memproses pembelajaran dalam pelatihan. Kurikulum akan menjelaskan tentang urutan materi-materi, apa yang harus dilakukan pelatih, apa isi bahan belajar yang harus disiapkan pelatih, dan rangkaian antarkeluaran dari setiap pembelajaran sehingga mewujudkan keluaran akhir pelatihan.

4.  Menyusun Bahan Belajar

Bahan belajar perlu disiapkan oleh panitia penyelenggara pelatihan, dengan cara:

  • pertama menetapkan nama-nama pelatih yang dilibatkan dalam pelatihan
  • kedua melakukan diskusi dengan seluruh pelatih untuk mengorientasi mereka tentang pelatihan kewirausahaan pemuda yang akan dilaksanakan dan peran mereka dalam pelatihan tersebut
  • ketiga meminta tiap pelatih bertanggung jawab terhadap materi yang ditugaskan kepadanya, termasuk menyiapkan bahan belajar dan alat evaluasi. Dalam hal pembuatan bahan belajar perlu disepakati format dan sistematika penulisan, agar mengesankan keseragaman.

5. Mengadakan persiapan pelatihan.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan berkenaan dengan pelatihan, setelah desain, kurikulum dan bahan belajar ada adalah yang terkait dengan akomodasi, logistik dan persuratan.

C. Bentuk dari evaluasi diklat kewirausahaan bagi mahasiswa tersebut

            Bentuk evaluasi dari diklat ini adalah :

  • Postes
  • angket evaluasi

D. Output dan outcome yang dihasilkan dari di terapkanya diklat tersebut

       Tentunya dalam hasil diklat ini diharapkan menghasilkan output yang diinginkan, adapun output dari kompetensi peserta yang diharapkan yaitu :

  • peserta mengenal apa itu wirausaha
  • keuntungan berwirausaha
  • banyak yang menjadi wirausaha walaupun dalam skala kecil

 

Kesimpulan

Pelatihan Kewirausahaan untuk jiwa muda ini adalah suatu proses kegiatan peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang kewi­rausahaan yang diperuntukkan bagi para pemuda, agar mereka mengenali, berminat dan mampu menjadi wirausahawan tangguh.

Dalam pelaksanaan diklat ini adalah bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, Pengenalan, menanamkan jiwa wirausaha, peningkatan kompetensi wirausaha muda, pelatihan kewirausahaan ini menggunakan sebuah pendekatan pelatihan yang mengkolaborasikan suasana pelatihan dengan kehdupan sehari-hari yaitu sebuah proses pembelajaran yang berasal dari pengalaman atau belajar sambil bekerja yang biasa disebut learning by doing. Pendekatan seperti ini diberikan supaya peserta dapat merasakan langsung manfaat dari pelatihan, khususnya materi-materi psikologis. Materi kewirausahaan, peserta langsung diberi contoh-contoh usaha yang mudah untuk dijalankan dan dipandu oleh pemateri dari kalangan pengusaha bukan pekerja, sehingga materi yang disampaikan bersifat praktis dan mudah diaplikasikan.

Referensi :

http://bisnis.vivanews.com/news/read/150011-pilih_pilih_kerja__1_2_juta_sarjana_nganggur

http://unjakreatif.blogspot.com/2010/09/menumbuhkan-jiwa-kewirausahaan.html

http://unjakreatif.blogspot.com/2010/09/menumbuhkan-jiwa-kewirausahaan.html

http://entrepreneur.gunadarma.ac.id/e-learning/attachments/039_Kewirausahaan.pdf

http://scribd.com

http://edukasi.kompasiana.com/2012/03/06/pengertian-tujuan-dan-teori-kewirausahaan-materi-kuliah/

http://d.yimg.com/kq/groups/19210555/1519042495/name/MATERI+KEWIRAUSAHAAN.ppt

http://bisnis.vivanews.com/news/read/150011pilih_pilih_kerja__1_2_juta_sarjana_nganggur

http://unjakreatif.blogspot.com/2010/09/menumbuhkan-jiwa-kewirausahaan.html

shttp://unjakreatif.blogspot.com/2010/09/menumbuhkan-jiwa-kewirausahaan.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 April 2014 in Education

 

Tag: , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: