RSS

Contoh Rancangan Penelitian

21 Des

Pada umumnya, rancangan penelitian dibuat dengan format sebagai berikut:

  1. Judul
  2. Latar belakang masalah
  3. Rumusan masalah
  4. Definisi operasional
  5. Definisi konseptual
  6. Kisi-kisi instrumen

Contoh Rancangan Penelitian :

1. Judul :

PENGARUH PROSES KEPEMIMPINAN KEPALA BAGIAN TATA USAHA TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI ADMINISTRASI

2. Latar Belakang Masalah

Gerak langkah yang mewarnai dinamika suatu organisasi selalu diarahkan kepada pencapaian efektivitas organisasi. Oleh karena itu persoalan efektivitas organisasi selalu menarik untuk dikaji. Aktivitas pada pencapaian efektivitas organisasi, yang antara lain tercermin dari efektivitas kerja pegawai administrasi. Masalah efektivitas kerja pegawai dapat dikaji melalui pendekatan perilaku, sebab efektivitas kerja merupakan salah satu wujud perilaku dalam bekerja. Banyak hal yang mempengaruhi efektivitas kerja pegawai.

Dalam kaitan ini Steers (1985:209) mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja menjadi empat kelompok, yaitu 1) karakteristik organisasi, meliputi struktur dan teknologi organisasi; 2) karakteristik lingkungan yang terdiri atas lingkungan intern dan ekstern; 3) karakteristik pegawai; dan 4) karakteristik dan kebijakan manajemen, meliputi penetapan tujuan, pencarian dan pemanfaatan sumber daya, komunikasi, kepemimpinan, dan adaptasi terhadap perubahan teknologi. Mengacu kepada pendapat Richard M. Steers sebagaimana dikemukakan di atas, kepemimpinan merupakan salah satu faktor strategis yang dapat berpengaruh terhadap efektivitas kerja pegawai.

Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk mengetahui secara empirik mengenai Pengaruh Proses Kepemimpinan Kepala Bagian Tata Usaha terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Administrasi.

3. Rumusan Masalah

Ide pokok dari penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja pegawai. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas kerja pegawai, salah satunya adalah proses kepemimpinan. Oleh karena itu fokus masalah penelitian ini adalah efektivitas kerja pegawai kaitannya dengan proses kepemimpinan Kepala Bagian Tata Usaha.

Fokus masalah tersebut di atas dapat diperinci melalui formulasi masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana gambaran proses kepemimpinan Kepala Bagian Tata Usaha?
  2. Bagaimana gambaran efektivitas kerja pegawai?
  3. Bagaimana pengaruh proses kepemimpinan Kepala Bagian Tata Usaha terhadap efektivitas kerja pegawai?

4. Definisi Operasional

Penelitian ini mengkaji dua variabel, yaitu variabel Proses Kepemimpinan Kepala Bagian Tata Usaha sebagai variabel independen atau bebas, dan variabel Efektivitas kerja Pegawai sebagai variabel dependen atau terikat. Variabel pertama (Proses kepemimpinan Kepala Bagian Tata Usaha) dinotasikan dengan X, dan variabel kedua (Efektivitas Kerja Pegawai) dinotasikan dengan Y.

  1. Proses kepemimpinan merupakan tindakan-tindakan spesifik seorang pemimpin dalam mengarahkan dan mengkoordinasikan kerja anggota kelompok. Proses kepemimpinan diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut: 1) membuat keputusan, 2) mempengaruhi dan mengarahkan  bawahan, 3) memilih dan mengembangkan personalia, 4) mengadakan komunikasi, 5) memberikan motivasi, 6) melakukan pengawasan.
  2. Efektivitas kerja pegawai secara operasional dapat didefinisikan sebagai keberhasilan pegawai dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi. Indikator-indikator yang dikaji dalam penelitian ini terdiri atas: 1) pemahaman terhadap rencana, 2) ketepatan waktu, 3) ketercapaian tujuan, dan 4) pelaksanaan kerja.

5. Definisi Konseptual

A. Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan berasal dari kata memimpin mengandung makna sebagai suatu kemampuan untuk menggerakkan semua sumber yang ada pada suatu organisasi sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Menurut Wahjosumidjo, dalam praktek organisasi, kata “memimpin” mengandung konotasi menggerakkan, mengarahkan, membimbing, melindungi, membina, memberikan teladan, memberikan dorongan, memberikan bantuan, dan sebagainya (Wahjosumidjo, 2002 : 82).

Soekarto (1984:7) memberikan definisi kepemimpinan sebagai kemampuan dan kesiapan yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntut, menggunakan dan kalau perlu memaksa orang lain agar menerima pengaruh itu dan selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian tujuan-tujuan tertentu. Sutarto (1995:23-24) merangkum berbagai definisi kepemimpinan menurut pendapat para ahli, sebagai berikut :

  1. Aktivitas mempengaruhi (Tead)
  2. Kemampuan Mengajar (Ronter dan Devis)
  3. Kemampuan mengarahkan (Reuter)
  4. Kemampuan menciptakan (Freeman dan Taylor)
  5. Proses mempengaruhi (Stogdil, Tosi, Scoot, Chung, Megginson, Sharma, Hersey, Blanchard, Hallander)
  6. Usaha Mengarahkan (Haiman)
  7. Menggunakan wewenang dan membuat keputusan (Dubin)
  8. Awal dari tindakan (Hemphill)
  9. Mengarahkan (Hemphill dan Coons)
  10. Kemampuan membuat orang bertindak (Moore)
  11. Hubungan kekuasaan (Janda)
  12. Kemampuan meyakinkan (Black)
  13. Saling mempengaruhi antar pribadi (Tennenbaum, Irving, dan Fred)
  14. Hubungan dan pemeliharaan struktur (Sherif)
  15. Mempengaruhi (Negro, Terry dan Stoner)
  16. Seni mengkoordinasikan dan memotivasi (Piffner dan Presthus).

Kepemimpinan adalah suatu usaha mempengaruhi orang antar perseorangan (interpersonal), lewat proses komunikasi, untuk mencapai sesuatu atau beberapa tujuan (Gibson, Ivancevich, Donnely, 1997:264). Definisi tersebut mengandung arti bahwa (1) kepemimpinan mencakup penggunaan pengaruh dan semua hubungan antar perseorangan, (2) pentingnya komunikasi dalam kepemimpinan, (3) memusatkan perhatian pada pencapaian tujuan,

Dari sekian banyak definisi kepemimpinan yang berbeda-beda pada dasarnya mengandung kesamaan asumsi yang bersifat umum seperti: (1) di dalam satu fenomena kelompok melibatkan interaksi antara dua orang atau lebih, (2) didalam melibatkan proses mempengaruhi, dimana pengaruh yang sengaja (intentional influence) digunakan oleh pemimpin terhadap bawahan. Disamping kesamaan asumsi terdapat juga perbedaan yang bersifat umum pula seperti: (1) siapa yang mempergunakan pengaruh, (2) tujuan dari pada usaha untuk mempengaruhi dan (3) cara pengaruh itu dipergunakan.

Berdasarkan uraian tentang definisi kepemimpinan di atas, dapat disimpulkan bahwa  kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain melalui pemotivasian untuk bekerjasama dalam rangka mencapai tujuan bersama yang telah disepakati.

B. Pengertian Efektivitas Kerja

Semua kegiatan-kegiatan dalam organisasi baik itu organiasi pemerintah atau swasta, orientasi pemikirannya dan pelaksanaanya selalu dikaitkan dengan efisiensi dan efektivitas, artinya bagaimana agar kegiatan organisasi dalam mencapai tujuan dengan baik tanpa terjadi pemborosan. Begitu pula halnya dalam penyusunan sistem, prosedur kerja, beserta teknis pelaksanaanya hendaknya berlandaskan pada efisiensi dan efektivitas.

Efektivitas mengandung arti terjadinya efek atau akibat yang dikehendaki. Jadi, perbuatan seseorang yang efektif ialah perbuatan yang menimbulkan akibat sebagaimana dikehendaki oleh orang itu. Setiap pekerjaan yang efisien tentu berarti juga efektif, karena dilihat dari segi usaha, hasil yang dikehendaki telah tercapai dan bahkan dengan penggunaan unsur yang minimal. (The Liang Gie dalam Syamsi 2007: 2). Berikut ini pengertian dari efektivitas menurut para ahli:

  1. Menurut Emerson (dalam Hasibuan 2005: 242) efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
  2. Siswanto (2007: 55) dalam bukunya pengantar manajemen mengemukankan bahwa efektivitas berarti menjalankan pekerjaan yang benar. Efektivitas berarti kemampuan untuk memilih sasaran yang tepat. Manajer yang efektif adalah manajer yang memilih pekerjaan yang benar untuk dijalankan.
  3. Sedangkan menurut Miller (dalam Tangkilisan 2007: 138) mengemukakan bahwa efektivitas dimaksud sebagai tingkat seberapa jauh suatu sistem sosial mencapai tujuannya. Efektivitas ini harus dibedakan dengan efisiensi. Efisiensi terutama mengandung pengertian perbandingan antara biaya dan hasil, sedangkan efektivitas secara langsung dihubungkan dengan pencapaian suatu tujuan.
  4. Menurut Richard M. Steers (1980 : 1), efektivitas yang berasal dari kata efektif, yaitu suatu pekerjaan dikatakan efektif jika suatu pekerjaan dapat menghasilkan satu unit keluaran (output). Suatu pekerjaan dikatakan efektif jika suatu pekerjaan dapat diselesaikan tepat pada waktunya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Menurut Sutarto (1978:95) Efektivitas kerja adalah suatu keadaan dimana aktivitas jasmaniah dan rohaniah yang dilakukan oleh manusia dapat mencapai hasil akibat sesuai yang dikehendaki. Efektivitas kerja merupakan suatu ukuran tentang pencapaian suatu tugas atau tujuan (Schermerhorn, 1998:5). Menurut Siagian (1986:152) efektivitas kerja berarti penyelesaian pekerjaan tepat pada waktunya seperti yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dari beberapa pendapat tersebut diatas, dapat kita simpulkan bahwa efektivitas menyangkut seberapa jauh keberhasilan yang telah dicapai dalam suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Efektivitas dan efisiensi tentunya berbeda, dimana efektivitas menekankan pada pencapaian tujuan (berhasil guna) sedangkan efisiensi menekankan kepada penggunaan sumber daya yang ada (berdaya guna). Efektivitas kerja merupakan rangkaian aktivitas manusia yang dilakukan secara sadar, disengaja dan direncanakan sehingga tercapai hasil kerja yang optimal, tepat waktu dan berdaya guna.

 

6. Kisi-kisi Instrumen

Variabel

Indikator

Ukuran

Proses Kepemimpinan Kepala Bagian Tata Usaha

(Variabel X)

1. Membuat keputusan

  • Penggunaan informasi
  • Sasaran pengambilan keputusan
  • Partisipasi pegawai

2. Mempengaruhi dan mengarahkan  bawahan

  • Keteladanan
  • Pengarahan
  • Mendorong inisiatif

3. Memilih dan mengembangkan personalia

  • Memberikan peluang untuk menduduki jabatan tertentu
  • Menentukan syarat kompetensi
  • Memberikan peluang mengembangkan kemampuan

4. Mengadakan komunikasi

  • Keterbukaan
  • pelayanan komunikasi
  • Media komunikasi

5. Memberikan motivasi

  • Kebiasaan memotivasi
  • Pemberian penghargaan
  • Pemberian sanksi

6. Melakukan pengawasan

  • Cara memberikan koreksi
  • Proses pengawasan
Efektivitas Kerja Pegawai

(Variabel Y)

 

1. Pemahaman terhadap rencana

  • Pemahaman terhadap tujuan
  • Pembuatan jadwal
  • Membuat rincian tugas
  • Pemahaman terhadap target kerja

2. ketepatan waktu

  • Disiplin waktu
  • Penggunaan waktu
  • Ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan

3. Ketercapaian tujuan

  • Kemudahan penyelesaian pekerjaan
  • Kesesuaian hasil dengan standar
  • Target kerja sesuai dengan kualitas dan kuantitas

4. Pelaksanaan kerja

  • Keahlian
  • Kreativitas
  • Prosedur kerja
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Desember 2013 in Education

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: