RSS

Strategi dalam Manajemen Perubahan

16 Des

Perubahan memerlukan strategi 

Manajemen perubahan menjadi sangat penting diterapkan. Namun demikian dalam kenyataannya proses perubahan yang terjadi tidak selalu mendapat respon positif. Manajer perlu memahami mengapa organisasi harus siap terhadap perubahan: apakah yang bersifat inovatif maupun strategis. Perubahan inovatif adalah perbaikan secara kontinyu di dalam kerangka sumberdaya yang ada. Sementara perubahan strategis adalah perubahan melakukan sesuatu yang baru. Tiap perubahan tersebut tentunya akan menggunakan pendekatan berbeda. Manajer selayaknya proaktif menjelaskan kepada karyawan tentang strategi perubahan yang akan dijalankan organisasi.

Kebanyakan para manajer dapat merencanakan dan mempraktekan perubahan fisik dengan berhasil. Namun dalam perubahan perilaku, para manajer banyak mengalami kesulitan. Untuk itu manajer perlu memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut. Untuk melaksanakan perubahan dengan sukses maka manajer harus mampu menciptakan kondisi yang baik untuk memotivasi dan melibatkan karyawan. Hal ini merupakan cerminan seberapa jauh mutu kepemimpinan manajer terbukti nyata. Di samping itu manajer dapat memaksimumkan kesempatan untuk berhasil dalam proses perubahan melalui evaluasi dengan cermat terhadap perencanaan yang manajer buat.

Apa saja jenis perubahan yang dihadapi organisasi? Berdasarkan derajat kedalaman perubahan dan metodenya maka jenis perubahan yang bakal manajemen hadapi meliputi perubahan rutin, darurat, mutu, radikal, dan kondisi makro:

  1. Perubahan rutin: hampir selalu dihadapi manajer setiap hari, misalnya produktivitas kerja, ketidakhadiran karyawan, perputaran karyawan, keluhan-keluhan karyawan. Sifat perubahan hampir terjadi dari waktu ke waktu yang menuntut tindakan cepat.
  2. Perubahan darurat: perubahan yang boleh jadi sangat mendadak dan tidak terduga sebelumnya. Misalnya, pemutusan hubungan kerja mendesak, perubahan pesanan jumlah dan mutu produk tertentu, terjadi kebakaran pabrik, dan pengambilalihan perusahaan oleh pihak berwajib.
  3. Perubahan dalam hal mutu: perubahan yang terjadi tentang mutu produk yang diminta pasar. Dalam situasi itu perlu ada perubahan penggunaan teknologi (keras dan lunak), strategi mutu kerja, bahan baku, dan budaya mutu termasuk perlu dilakukannya survei pasar yang kontinyu.
  4. Perubahan radikal: perubahan sistem manajemen atau struktur perusahaan karena adanya perundang-undangan baru tentang syarat-syarat berdirinya perusahaan. Misal terjadinya divestasi, merger, dan penutupan salah satu anak perusahaan. Bagaimana pula misalnya proses pengembangan mutu SDM yang terbaik untuk menjawab perubahan itu.
  5. Perubahan kondisi makro: perubahan kondisi perekonomian seperti inflasi, pengangguran, dan nilai tukar rupiah, politik dan keamanan, kodisi lingkungan dsb. Perubahan eksternal tersebut tidak mungkin mampu dikendalikan perusahaan namun yang terpenting perlu dicermati dan diantisipasi kaitannya dengan mutu SDM, kinerja karyawan dan kinerja organisasi.

Dalam konteks percepatan pembangunan nasional bahkan global maka disitu akan banyak perubahan yang terjadi. Karena itu perusahaan khsusnya manajer harus mengadopsi suatu strategi untuk mengintegrasikan perubahan yang kontinyu ke dalam prosedur pelaksanaan. Ada dua prosedur perubahan:

  • Prosedur perubahan inovatif yang memungkinkan organisasi memperbaiki efektifitas dengan mutu SDM yang terus dikembangkan.
  • Prosedur perubahan strategik yang memungkinkan organisasi merubah apa yang perusahaan lakukan dan cara melakukannya.

Untuk itu ada beberapa daftar apa saja bentuk kesiapan organisasi terhadap perubahan yang perlu manajer ketahui yaitu:

  • Karyawan bermutu dengan dedikasi pada kepuasan pelanggan
  • Terus menerus mencari cara-cara yang baru dan lebih baik dalam mengerjakan sesuatu,
  • Komit dengan pengurangan biaya,
  • Mendorong karyawan dalam program pengembangan mutu,
  • Mendeterminan unsur-unsur tangguh dalam bersaing,
  • Komit pada nilai pemegang saham.

 

Kasus perubahan dan strategi yang dijalankan

Sejalan dengan perkembangan masyarakat yang semakin kompleks maka karakteristik masyarakat pun semakin kompleks dan heterogen sehingga persoalan sosial juga semakin kompleks. Melihat kenyataan seperti ini, strategi perubahan sosial membutuhkan upayaupaya yang terpadu, baik strategi, program maupun agen perubah yang terlibat secara langsung dengan kelompok sasaran perubahan.

Aspek dasar yang penting untuk diperhatikan dalam melakukan perubahan adalah penentuan sasaran, peristiwa perubahan itu sendiri (event), dan bagaimana melakukan perubahan tersebut. Sasaran dari suatu perubahan dapat berbeda-beda; yaitu dari skala yang kecil hingga pada skala yang lebih besar atau luas. Sasaran perubahan dapat difokuskan kepada tiga hal, yaitu perubahan yang berkenaan dengan karakteristik individu; aspek budaya; dan aspek struktural yang berkaitan dengan masalah kelompok, organisasi, institusi, komunitas atau masyarakat, dan masyarakat dunia (global). Setiap upaya penciptaan perubahan membutuhkan suatu strategi-strategi tertentu yang perlu diperhatikan. Strategi dasar dalam upaya melakukan perubahan di masyarakat adalah strategi fasilitatif (fasilitative strategies), strategi re-edukatif (re-educative strategies), strategi persuasif (persuasive strategies), dan strategi kekuasaan (power strategies).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Desember 2013 in Education

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: