RSS

Inovasi Dalam Pembiayaan Organisasi Pendidikan Untuk Menuju Kemandirian

14 Des

Latar Belakang

Pembiayaan pendidikan menjadi masalah yang sangat penting dalam keseluruhan pembangunan sistem pendidikan.  Uang memang bukan segala-galanya dalam menentukan kualitas pendidikan, tetapi segala kegiatan pendidikan memerlukan uang.  Oleh karena itu jika  performance sistem pendidikan diperbaiki, manajemen penganggarannya juga tidak mungkin dibiarkan, mengingat bahwa anggaran mesti mendukung kegiatan.

Biaya pendidikan merupakan salah satu komponen masukan instrumental (instrumental input) yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Dalam setiap upaya pencapaian tujuan pendidikan, baik tujuan-tujuan yang bersifat kuantitatif, biaya pendidikan memiliki peran yang sangat menentukan. Hampir tidak ada upaya pendidikan yang dapat mengabaikan peranan biaya, sehingga dapat dikatakan bahwa tanpa biaya, proses pendidikan tidak akan berjalan.

Paradigma umum pembiayaan pendidikan menekankan pada penyelesaian biaya rendah untuk meningkatkan efisiensi internal dan efisiensi eksternal sistem pendidikan pada jenjang sekolah yang berbeda.

Di era globalisasi ini pembiayaan pendidikan, khususnya bagi lembaga swasta harus menjadi perhatian serius demi upaya mengembangkan kualitas pendidikan. Diperlukan inovasi-inovasi khusus dalam penggalangan dan penggalian dana demi kelangsungan dan perkembangan lembaga swasta, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional.

Teori Pembiayaan Pendidikan

Beberapa teori pembiayaan pendidikan yang dapat menjadi acuan pelaksanaan pembiayaan sekolah atau madrasah diantaranya:

1. Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung

Dalam teori dan praktek pembiayaan pendidikan, baik pada tataran makro maupun mikro, dikenal bebarapa kategori biaya pendidikan, diantaranya yaitu:

  • Biaya langsung (direct cost) adalah segala pengeluaran yang secara langsung menunjang penyelenggaraan pendidikan. Biaya langsung terdiri dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan pengajaran dan kegiatan belajar siswa berupa pembelian alat-alat pelajaran, sarana belajar, biaya transportasi, gaji guru baik yang dikeluarkan oleh pemerintah, orang tua maupun siswa sendiri.
  • Biaya tidak langsung (indirect cost) adalah pengeluaran yang tidak secara langsung menunjang proses pendidikan tetapi memungkinkan proses pendidikan tersebut terjadi di sekolah, misalnya biaya hidup siswa, biaya transportasi ke sekolah, biaya jajan, dan harga kesempatan (opportunity cost).
  • Biaya Pribadi dan Biaya Sosial
    1. Biaya pribadi (private cost) adalah pengeluaran keluarga untuk pendidikan atau pengeluaran rumah tangga.
    2. Biaya sosial (social cost) adalah biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk pendidikan, baik melalui sekolah maupun melalui pajak yang dihimpun oleh pemerintah kemudian digunakan untuk membiayai pendidikan.

Dalam konteks ini, biaya pendidikan mencakup semua jenis pengeluaran yang berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan, baik dalam bentuk uang maupun barang dan tenaga (yang dapat dihargakan dengan uang). Misalnya, iuran siswa adalah biaya, demikian juga sarana fisik, buku-buku pelajaran juga merupakan biaya.

Anggaran biaya pendidikan terdiri dari dua sisi yang berkaitan satu sama lain, yaitu sisi anggaran penerimaan dan anggaran pengeluaran untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Anggaran penerimaan adalah pendapatan yang diperoleh setiap tahun oleh sekolah dari berbagai sumber resmi dan diterima secara teratur. Anggaran pengeluaran adalah jumlah uang yang dibelanjakan setiap tahun untuk kepentingan pelaksanaan pendidikan di sekolah.

Adapun pengeluaran sekolah dapat dikategorikan dalam beberapa jenis, yaitu: pengeluaran untuk pelaksanaan pelajaran, pengeluaran untuk tata usaha sekolah, pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, kesejahteraan pegawai, administrasi, pembinaan teknis edukatif dan pendataan.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2007 pasal 62 disebutkan bahwa biaya pendidikan terdiri:

  1. Biaya investasi satuan pendidikan meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, dan modal kerja tetap.
  2. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bias mengukuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan.
  3. Biaya operasional satuan pendidikan meliputi: gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji; bahan atau peralatan habis pakai; dan biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan lain sebagainya.

 Secara umum, pembiayaan pendidikan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Biaya rutin (recurring cost), pada intinya mencakup keseluruhan biaya operasional penyelenggaraaan pendidikan, seperti biaya administrasi, pemeliharaan fasilitas, pengawasan, gaji, biaya untuk kesejahteraan, dan lain-lain. Biaya rutin adalah biaya yang harus dikeluarkan dari tahun ke tahun, seperti gaji pegawai (guru dan non guru), serta biaya operasional, biaya pemeliharaan gedung, fasilitas dan alat-alat pengajaran (barang-barang habis pakai).
  2. Biaya modal (capital cost) atau sering pula disebut biaya pembangunan mencakup biaya untuk pembangunan fisik, pembelian tanah, dan pengadaan barang-barang lainnya yang didanai melalui anggaran pembangunan. Biaya pembangunan, misalnya, biaya pembelian atau pengembangan tanah, pembangunan gedung, perbaikan atau rehab gedung, penambahan furnitur, serta biaya atau pengeluaran lain unutk barang-barang yang tidak habis pakai.

Manajemen komponen keuangan harus dilaksanakan dengan baik dan teliti mulai dari tahap penyusunan anggaran, penggunaan, sampai pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar semua dana sekolah benar-benar dimanfaatkan secara efektif, efisien, tidak ada kebocoran-kebocoran, serta bebas dari penyakit korupsi, kolusi dan nepotisme.

Akumulasi biaya dibagi jumlah siswa akan diketahui besarnya biaya satuan (unit cost). Unit cost yang dimaksud di sini adalah unit cost per siswa. Unit cost per siswa memiliki empat makna, yaitu:

  1. Unit cost per siswa dilihat dari aspek recurring cost.
  2. Unit cost per siswa dilihat dari aspek capital cost.
  3. Unit cost per siswa dilihat dari akumulasi atau perjumlahan dari recurring cost dengan capital cost.
  4. Unit cost per siswa dilihat dari recurring cost, capital cost, dan seluruh biaya yang dikeluarkan langsung oleh siswa untuk keperluan pendidikannya.

Dengan demikian, secara sederhana biaya satuan per siswa yang belajar penuh (unit cost per full time student) tidak sulit dihitung. Perhitungannya dilakukan dengan menambahkan seluruh belanja atau dana yang dikeluarkan oleh institusi (total institution expenditures) dalam pelaksanaan tugas-tugas kependidikan dibagi dengan jumlah siswa reguler (full time student) dalam tahun tertentu, termasuk biaya yang mereka keluarkan untuk keperluannya sendiri dalam menjalani pendidikan.

Hasil Observasi Di Yayasan Asih Putera

Aspek-Aspek Pembiayaan Pendidikan

Aspek-aspek pembiayaan pendidikan terdiri dari dua aspek yaitu: pemasukan dan pengeluaran. Pemasukan merupakan pendapatan sekolah yang diperoleh tiap tahun dari berbagai sumber resmi dan diterima secara teratur. Yayasan Asih Putera, memperoleh persentase pemasukan yang paling besar dari orang tua siswa (SPP), Yayasan, dan Pemerintah (BOS).

Pengeluaran merupakan jumlah uang yang dibelanjakan setiap tahun untuk kepentingan pelaksanaan pendidikan di sekolah. Belanja sekolah sangat ditentukan oleh komponen-komponen yang jumlah dan proporsinya bervariasi. Berdasarkan pendekatan unsur biaya di Yayasan Asih Putera, presentase pengeluaran paling besar yaitu pengeluaran untuk proses palaksanaan pembelajaran dan gaji/ kesejahteraan pegawai.

Kemandirian Pembiayaan Sekolah Wujud Lepas Tangan Pemerintah

Yayasan Asih Putera berdiri pada Februari 1985. Didirikan atas prakarsa seorang ibu dan juga guru yaitu Hj. Suniangsih Ahmad (alm). Beliau memiliki perhatian besar dan cita-cita luhur untuk bisa mengabdikan hidupnya pada dunia pendidikan. Sepeninggalan beliau, putra-putrinya tetap konsisten melanjutkan cita-citanya.

Sumber pembiayaan pertama Yayasan Asih Putera dimulai dari harta warisan keluarga yang dikelola, juga dari keuntungan perusahaan keluarga yaitu “Perusahaan Minyak dan Gas” Yayasan Asih Putera dapat berdiri, dan dengan pengembangan kurikulum yang khas dari yayasan, menjadikan daya tarik Yayasan Asih Putera kepada masyarakat. Sehingga Yayasan Asih Putera dapat tumbuh, maju, dan berkembang.

Adapun visi dan misi “Yayasan Asih Putera”, yaitu:

Visi :

“Menjadi Yayasan yang modern, kompetitif, dan islami”

Misi :

“Yayasan Asih Putera sebagai komunitas muslim yang berbudaya, mempunyai komitmen mendidik anak bangsa dengan sepenuh hati untuk memiliki karakter dan kecerdasan yang utuh dan menyeluruh, sebagai solusi dan sumbangsih dalam mewujudkan masyarakat dan bangsa yang sejahtera lahir dan batin”

Motto:

“Mendidik dengan sepenuh hati”

Pembiayaan-Pembiayaan Pendidikan Yang Inovatif

Pada dasarnya sekolah swasta membiayai operasional sekolahnya secara mandiri, termasuk pembiayaan pendidikan “Yayasan Asih Putera”. Sumber pembiayaan paling besar tentunya dari usaha pengelolaan yayasan. Untuk menunjang pembiayaan dan tentunya kegiatan yang ada di lembaga pendidikan Asih Putera, kemudian bermunculan unsur-unsur penunjang diantaranya yaitu:

A.      KAZIS (Kamar Zakat, Infaq & Shadaqah) Asih Putera

Kazis Asih Putera diharapkan menjadi wadah yang produktif dalam menghimpun dan mendistribusikan dana-dana orang tua siswa di lingkungan Yayasan Asih Putera. Sebagian besar ZIS yang terkumpul dipergunakan bagi mustahik internal Yayasan Asih Putera seperti: beasiswa pendidikan dan bantuan sosial program pendidikan tertentu serta bagi guru & karyawan yang terkena musibah. Program KAZIS Asih Putera yaitu sebagai berikut:

  1. Menerima ZIS melalui administrasi madrasah TK, MI, MTs & MA, baik langsung melalui kartu SPP ataupun secara langsung ke pengurus (Melalui Administrasi Madrasah).
  2. Mencari peluang kepada perusahaan-perusahaan yang akan mendistribusikan ZIS-nya melalui KAZIS Asih Putera.
  3. Bekerjasama dengan manajemen madrasah Asih Putera dalam mendistribusikan ZIS.
  4. Memberikan santunan kepada karyawan dan guru di lingkungan Asih Putera terutama kepada keluarga office boy, cleaning service & satpam.
  5. Memberikan sumbangan dana sosial pada momentum bakti sosial madrasah.

 B.      Koperasi Syari’ah Asih Putera (KSAP)

Keberadaan KSAP dimaksudkan secara ideal untuk menghimpun pemberdayaan potensi sumber daya manusia (SDM) masyarakat Yayasan Asih Putera agar berkontribusi positif bagi penyelenggaraan pendidikan TK, MI, MTs, MA & Lembaga pendidikan lainnya yang ada di lingkungan Yayasan Asih Putera. Visi dan misi serta program kerja KSAP dapat diuraikan sebagai berikut:

Visi KSAP:

“Memberdayakan potensi SDM masyarakat Yayasan Asih Putera untuk mengembangkan perekonomian syariah di masyarakat dengan cara kekeluargaan untuk kepentingan bersama”.

Misi KSAP:

“Membangun silaturrahim yang lebih erat diantara masyarakat Yayasan Asih Putera pada khususnya dan masyarakat lain pada umumnya dengan sering berkomunikasi melalui kegiatan atau transaksi yang menghasilkan keuntungan kedua belah pihak”.

Program Kerja KSAP:

Program kerja KSAP terbagi menjadi dua kegiatan, yaitu:

1. Mengumpulkan dana untuk modal usaha, berupa:

  • Simpanan anggota, diantaranya simpanan wajib dan simpanan sukarela.
  • Simpanan tabungan (khusus untuk siswa).

2. Menyelenggarakan usaha untuk mengembangkan modal. Usaha yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Penjualan barang-barang kebutuhan siswa seperti: seragam, ATK, buku-buku pelajaran (LKS), dan lain-lain, juga kebutuhan orang tua, seperti: pakaian, jilban, alat shalat, dan lain-lain.
  • Menyediakan cattering untuk siswa-siswi Asih Putera
  • Menyediakan perumahan untuk guru-guru.
  • Menyediakan kendaraan beroda dua untuk guru-guru.
  • Bekerjasama dengan Bank Mandiri memberikan pinjaman dana pembelian laptop untuk guru.

Dari dua kegiatan tersebut, diharapkan akan memperoleh hasil yang menguntungkan berbagai pihak.

Kemandirian Pembiayaan Pendidikan Melalui Keterlibatan Stakeholder

Dalam mewujudkan kemandirian pembiayaan pendidikan Yayasan Asih Putera, tentunya selalu melibatkan stakeholder. Hal tersebut dapat terlihat pada keterlibatan orang tua siswa Asih Putera yang bertindak sebagai pengurus KAZIS Asih Putera (salah satu unsur penunjang dalam pembiayaan) yaitu Drs.Yusuf Zainal Abidin, MM ( orang tua siswa MA Asih Putera ) dan dibantu oleh beberapa pengurus lainnya dari unsur orang tua dan guru.

Keterlibatan stakeholder juga terlihat dalam pendirian Koperasi Syari’ah Asih Putera (KSAP). Gagasan mendirikan koperasi Asih Putera lahir dan terealisasi melalui lokakarya masyarakat Yayasan Asih Putera yang berlangsung di Gedung PPYM, pada awal tahun 1997. semula bernama Koperasi Asih Putera Raharja (KAPR) dan melalui Rapat Anggota Luar Biasa pada tanggal 27 September 2007 berganti nama menjadi koperasi Syari’ah Asih Putera (KSAP).

Seiring dengan berkembangnya lembaga pendidikan yang ada, maka berkembang pula unsur-unsur pendidikan lainnya sebagai penunjang dalam menciptakan sistem pendidikan yang handal dan modern. Untuk terus mengembangkan pendidikan dan unsur-unsur penunjang lainnya, maka Yayasan Asih Putera memiliki biro penelitian dan pengembangan yang diberi nama Pusat Kajian Dan Inovasi Asih Putera atau disingkat PUSPANOVA Asih Putera.

PUSPANOVA hadir sebagai sebuah lembaga yang berharap besar bisa memberi sumbangan yang berharga bagi kemajuan umat. Oleh karena itulah misi pendidikan, budaya, sosial-politik, dan kemasyarakatan secara terintegrasi akan mewarnai aksinya. PUSPANOVA diharapkan dapat hadir sebagai agen pembaharu tatanan masyarakat, menuju sebuah masyarakat ideal.

Misi internal PUSPANOVA pendidikan adalah mengembangkan madrasah-madrasah dibawah naungan Yayasan Asih Putera agar terus berkembang menjadi madrasah model dan unggulan baik di tatar Cimahi, regional, nasional, maupun internasional.

Adapun misi eksternal adalah mengajak serta lembaga-lembaga pendidikan Islam lainnya agar dapat maju berkembang bersama dalam mengemban amanat umat. Misi eksternal inilah yang memberi peluang lembaga lain bekerjasama dengan Asih putera. Peluang kerjasama bagi lembaga lain dengan PUSPANOVA Pendidikan Asih Putera dapat berupa : (a) Wakaf dan Hibah, (b) Total Manajemen, (c) Manajemen Pendamping, dan (d) Konsultasi

Konsep pengelolaan dengan klien didasarkan pada prinsip kemitraan, keterbukaan, kebersamaan, dan kepercayaan. Sedangkan konsep kurikulum yang dikembangkan adalah “humanistic religius”.

Kesimpulan

Pembiayaan pendidikan merupakan aspek yang vital dalam upaya mengembangkan sistem pendidikan nasional. Berkenaan dengan sekolah swasta, karena status kemandiriannya sekolah swasta tidak terlalu tergantung dengan kebijakan pemerintah di bidang keuangan. Hal ini disebabkan pengelolaan keuangan di yayasan bersifat mandiri. Namun demikian, dukungan dana dari pemerintah tentu sangat besar artinya bagi sekolah-sekolah swasta, asal kebijakan tersebut adil dalam implementasinya.

Sekolah-sekolah swasta dengan segala keterbatasannya berusaha mencukupi kebutuhan operasional sekolah, mulai dari gaji, sarana-prasarana, biaya operasional hingga biaya investasi lainnya. Oleh sebab itu kebijakan pemerintah seperti BOS hendaknya benar-benar mendukung kehidupan sekolah swasta, bukan mematikannya.

Di luar itu semua lembaga swasta perlu berusaha keras menggali sumber dana demi kelangsungan dan perkembangan karya di bidang pendidikan. Berbagai inovasi dan pemberdayaan perlu dilakukan untuk tercapainya “kecukupan” dan “kelimpahan” dalam pembiayaan pendidikan.

Referensi :

Basuki, Markus. (2009). Pembiayaan Pendidikan Sekolah Swasta. [Online]. Tersedia:…..Markus.Basuki_Pembiayaan.Pendidikan.Sekolah.Swasta.htm    [26 Oktober 2011].

Fattah, Nanang. (2009). Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Desember 2013 in Education

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: