RSS

Inovasi dalam Organisasi Sekolah

13 Des

Latar Belakang

 Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang.

Kebutuhan untuk memenuhi tuntutan meningkatkan mutu pendidikan sangat mendesak terutama dengan ketatnya kompetitif antar bangsa di dunia dalam saat ini. Sehubungan dengan hal ini, paling sedikit ada tiga fokus utama yang perlu diatasi dalam penyelenggaraan pendidikan nasional, yaitu: (i) upaya peningkatan mutu pendidikan; (ii) relevansi yang tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan, dan (iii) tata kelola pendidikan yang kuat. Depdiknas menempatkan ketiga hal tersebut dalam rencana strategis pembangunan pendidikan nasional tahun 2004-2009, namun disadari bahwa ketiganya tetap mendesak dan relevan dalam penyelenggaraan pendidikan nasional pada waktu yang akan datang.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan, aspek ketenagapendidikan sangat berpengaruh dalam proses pendidikan, jika tenaga pendidik nya profesional dalam mengajar, maka output yang dihasilkan sekolah akan sesuai dengan yang diharapkan. PSBG merupakan sebuah wadah yang dapat memfasilitasi dan mendukung berbagai kegiatan pengembangan profesionalitas guru di setiap gugus sekolah binaan DBE. PSBG dapat berfungsi sebagai tempat pelatihan dan tempat dimana para guru dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan dapat berkumpul dan membahas materi pelatihan, aplikasi dan inovasi kelas, mengakses materi referensi, membuat alat peraga murah dan berkolaborasi dengan sesama guru. PSBG memiliki sejumlah perlengkapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), seperti komputer, kamera digital, dan kamera perekam gambar. Guru dapat secara bebas mengakses seluruh sumber daya yang tersedia di PSBG dan melalui sistem peminjaman dapat membawa perlengkapan TIK ke dalam kelasnya.

PSBG tidak hanya sekedar sebagai tempat pertemuan dan “semua tahu” bahwa PSBG bukanlah gudang atau laboratorium tetapi PSBG adalah tempat para guru, kepala sekolah serta tenaga kependidikan lainnya berinteraksi dengan berbagai sumber belajar untuk mengembangkan kreatifitas pembelajaran. PSBG juga merupakan unit pelayanan teknis pembelajaran yang mendukung peningkatan mutu pendidikan. Guru dan tenaga pendidik lainnya dapat mengadakan pelatihan KKG, KKKS, Pembuatan soal, Pelayanan ICT dan tersedianya sumber belajar yang memadai untuk dipergunakan. Kalau PSBG tidak dimanfaatkan secara maksimal maka hasil yang diharapkan juga tidak maksimal.

Teori Organisasi

1. Pengertian organisasi

Manusia adalah makhluk sosial yang cenderung untuk hidup bermasyarakat serta mengatur dan mengorganisasi kegiatannya dalam mencapai suatu tujuan tetapi karena keterbatasan kemampuan menyebabkan mereka tidak mampu mewujudkan tujuan tanpa adanya kerjasama. Hal tersebut yang mendasari manusia untuk hidup dalam berorganisasi.

Beberapa definisi tentang Organisasi :

Menurut ERNEST DALE:

Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu  struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.

Menurut CYRIL SOFFER:

Organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu system kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.

Menurut KAST & ROSENZWEIG:

Organisasi adalah sub system teknik, sub system structural, sub system pshikososial dan sub system manajerial dari lingkungan yang lebih luas dimana ada kumpulan orang-orang berorenteasi pada tujuan.

Definisi UMUM:  “Kelompok orang yang secara bersama-sama ingin mencapai tujuan”

2. Ciri-ciri organisasi

  1. Lembaga social yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan.
  2. Dikembangkan untuk mencapai tujuan
  3. Secara sadar dikoordinasi dan dengan sengaja disusun
  4. Instrumen social yang mempunyai batasan yang secara relatif dapat diidentifikasi.

3. Perkembangan teori organisasi :

TEORI ORGANISASI KLASIK

Teori ini biasa disebut dengan “teori tradisional” atau disebut juga “teori mesin”. Berkembang mulai 1800-an (abad 19).  Dalam teori ini organisasi digambarkan sebuah lembaga yang tersentralisasi dan tugas-tugasnnya terspesialisasi serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreatifitas. Dikatakan teori mesin karena organisasi ini menganggab manusia bagaikan sebuah onderdil yang setiap saat bisa dipasang dan digonta-ganti sesuai kehendak pemimpin.

Definisi Organisasi menurut Teori Klasik :

Organisasi merupakan struktur hubungan, kekuasaan-kejuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain apabila orang bekerja sama.

Teori Organisasi klasik sepenuhnya menguraikan anatomi organisasi formal. Empat unsure pokok yang selalu muncul dalam organisasi formal:

  1. Sistem kegiatan yang terkoordinasi
  2. Kelompok orang
  3. Kerjasama
  4. Kekuasaan & Kepemimpinan

TEORI NEOKLASIK

Aliran yang berikutnya muncul adalah aliran Neoklasik disebut juga dengan “Teori Hubungan manusiawi”. Teori ini muncul akibat ketidakpuasan dengan teori klasik dan teori merupakan penyempurnaan teori klasik. Teori ini menekankan pada  “pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja”.

Salah tokoh neoklasik pencetus “Psikologi Industri”. Hugo menulis sebuah buku “Psychology and Industrial Effeciency” tahun 1913. Buku tersebut merupakan jembatan antara manajemen ilmiah dan neoklasik. Inti dari pandangan Hugo adalah menekankan adanya perbedaan karekteristik individu dalam organisasi dan mengingatkan adannya pengaruh factor social dan budaya terhadap organisasi.

Dalam pembagian kerja  Neoklasik memandang perlunya:

  1. Partisipasi
  2. Perluasan kerja
  3. Manajemen bottom up

TEORI MODERN

Teori ini muncul pada tahun 1950 sebagai akibat ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu klasik dan neoklasik. Teori Modern sering disebut dengan teori “Analiasa Sistem” atau “Teori Terbuka” yang memadukan antara teori klasik dan neokalsi. Teori Organisasi Modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan  yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan. Organisasi bukan system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan sistem terbuka yang berkaitan dengan lingkungan dan apabila ingin survivel atau dapat bertahan hidup maka ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan.

Teori Inovasi

1. Definisi inovasi

Inovasi atau innovation berasal dari kata to innovate yang mempunyai arti membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. Inovasi kadang pula diartikan sebagai penemuan, namun berbeda maknanya dengan penemuan dalam arti discovery atau invention (invensi). Discovery mempunyai makna penemuan sesuatu yang sebenarnya sesuatu itu telah ada sebelumnya, tetapi belum diketahui. Sedangkan invensi adalah penemuan yang benar-benar baru sebagai hasil kegiatan manusia. Inovasi diartikan penemuan dimaknai sebagai sesuatu yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang baik berupa discovery maupun invensi untuk mencapai tujuan atau untuk memecahkan masalah tertentu. Dalam inovasi tercakup discovery dan invensi.

Inovasi dapat menjadi positif atau negatif. Inovasi positif didefinisikan sebagai proses membuat perubahan terhadap sesuatu yang telah mapan dengan memperkenalkan sesuatu yang baru yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Inovasi negatif menyebabkan pelanggan enggan untuk memakai produk tersebut karena tidak memiliki nilai tambah, merusak cita rasa dan kepercayaan pelanggan hilang.

2. Tipe inovasi

Ada 5 tipe inovasi menurut para ahli, yaitu:

  1. Inovasi produk; yang melibatkan pengenalan barang baru, pelayanan baru yang secara substansial meningkat. Melibatkan peningkatan karakteristik fungsi juga, kemampuan teknisi, mudah menggunakannya. Contohnya: telepon genggam, komputer, kendaraan bermotor, dsb;
  2. Inovasi proses; melibatkan implementasi peningkatan kualitas produk yang baru atau pengiriman barangnya;
  3. Inovasi pemasaran; mengembangkan metoda mencari pangsa pasar baru dengan meningkatkan kualitas desain, pengemasan, promosi;
  4. Inovasi organisasi; kreasi organisasi baru, praktek bisnis, cara menjalankan organisasi atau perilaku berorganisasi;
  5. Inovasi model bisnis; mengubah cara berbisnis berdasarkan nilai yang dianut.

3. Sumber inovasi

Terdapat dua sumber utama inovasi , yaitu :

  1. Secara tradisional, sumbernya adalah inovasi fabrikasi. Hal tersebut karena agen (orang atau bisnis) berinovasi untuk menjual hasil inovasinya.
  2. Inovasi pengguna; hal tersebut dimana agen (orang atau bisnis) mengembangkan inovasi sendiri (pribadi atau di rumahnya sendiri), hal itu dilakukan karena produk yang dipakainya tidak memenuhi apa yang dibutuhkannya.

4. Tujuan Inovasi

Tujuan utama inovasi adalah :

  1. meningkatkan kualitas;
  2. menciptakan pasar baru;
  3. memperluas jangkauan produk;
  4. mengurangi biaya tenaga kerja;
  5. meningkatkan proses produksi;
  6. mengurangi bahan baku;
  7. mengurangi kerusakan lingkungan;
  8. mengganti produk atau pelayanan;
  9. mengurangi konsumsi energi;
  10. menyesuaikan diri dengan undang-undang;

5. Kegagalan inovasi

Hasil survey menunjukkan, bahwa dari 3000 ide tentang sebuah produk, hanya satu yang sukses di pasaran. Kegagalan inovasi mengakibatkan hilangnya sejumlah nilai investasi, menurunkan moral pekerja, meningkatkan sikap sinis, atau penolakan produk serupa dimasa yang akan datang. Padahal produk yang gagal seringkali memiliki potensi sebagai ide yang baik, penolakan terjadi karena kurangnya modal, keahlian yang kurang, atau produk tidak sesuai kebutuhan pasar. Kegagalan harus diidentifikasi dan diseleksi ketika proses berlangsung. Penyeleksian dini memungkinkan kita dapat menghindari uji coba ide yang tidak cocok dengan bahan baku, sehingga dapat menghemat biaya produksi.

Penyebab umum gagalnya suatu proses inovasi, dapat disaring kedalam 5 macam, yaitu :

  1. Buruknya mensejajarkan aksi untuk mencapai tujuan;
  2. Buruknya partisipasi anggota tim;
  3. Buruknya pengawasan produk;
  4. Buruknya komunikasi dan akses informasi.

Inovasi Manajemen

Inovasi manajemen adalah inovasi dalam proses pengaturan organisasi. Langkah pertama adalah menghasilkan ide perubahan mengenai produk atau proses. Dalam beberapa kasus ide muncul dari observasi masalah sekarang atau masa depan.Untuk menghasilkan ide bisa melalui pengamatan masalah atau membaca buku, internet, majalah, dan diskusi dengan teman sejawat secara informal.

Bila kita dapat melihat kesempatan untuk mengembangkan sebuah ide, maka hal tersebut dinamakan menghasilkan ide. Proses menghasilkan ide berupa memoles ide yang asli, atau menggabungkan ide, kemudian dilakukan pengujian untuk mengetahui mana yang sesuai dengan tujuan, bahan baku, kebutuhan pengguna, dan tentunya biaya produksi.

Bila kesempatan telah terbuka, maka ide masuk pada tahapan berikut yaitu mengembangkan ide. Proses pengembangan bertumpu pada prototipe ide dan pengujian kebutuhan pasar. Banyak ide baru bermunculan pada fase pengembangan ini sesuai kebutuhan yang berlangsung dinamis dalam masyarakat. Fase akhir dalam proses inovasi adalah realisasi dan pada banyak kasus dinamakan eksploitasi dimana para pelanggan melakukan evaluasi akhir.

Inovasi Dalam Organisasi

Dengan memahami proses difusi dalam organisasi akan mudah untuk memahami proses difusi inovasi pendidikan, karena pada dasarnya pelaksana pendidikan formal adalah suatu organisasi. Pelaksana pendidikan formal secara nasional (makro) adalah organisasi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan beserta komponen-komponennya, sedangkan pelaksana pendidikan formal secara mikro di sekolah (organisasi sekolah).

1. Kepekaan organisasi terhadap inovasi

Ada beberapa variabel yang mempengaruhi kepekaan organisasi terhadap inovasi, yaitu :

(a) Ukuran organisasi mempunyai hubungan positif dengan kepekaan organisasi terhadap inovasi. Makin besar ukuran organisasi makin cepat menerima inovasi.

(b) Karakteristik Struktur Organisasi dengan dimensi-dimensi: sentralisasi, kompleksitas, formalitas, dan keterbukaan.

  • Sentralisasi, artinya kekuasaan dan kewenangan kontrol dalam organisasi, dipusatkan pada beberapa orang tertentu. Sentralisasi mempunyai hubungan negatif dengan kepekaan organisasi, inovasi makin lambat diterima atau makin kecil kemungkinan organisasi itu menerima inovasi.
  • Kompleksitas, artinya anggota-anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang memiliki keahlian atau pengetahuan yang tinggi tingkatannya (misalnya para sarjana). Makin berkualitas atau mempunyai bobot ilmu yang tinggi anggota organisasi, berarti organisasi itu makin komplek. Kompleksitas mempermudah anggota organisasi untuk memahami inovasi, tetapi sukar untuk membuat kesepakatan menerapkan inovasi. Kompleksitas mempunyai hubungan positif dengan kepekaan organisasi terhadap inovasi.
  • Formalitas, artinya organisasi itu mengutamakan ditaatinya aturan dan prosedur oleh anggota-anggotanya dalam melaksanakan tugas organisasi. Formalitas mempunyai hubungan negatif dengan kepekaan organisasi terhadap inovasi. Makin formalitas suatu organisasi makin kecil kemungkinan menerima organisasi.
  • Keakraban hubungan antar anggota, yaitu eratnya hubungan interpersonal antar anggota organisasi. Keakraban hubungan antar anggota mempunyai hubungan positif dengan kepekaan organisasi terhadap inovasi. Makin akrab hubungan antar anggota makin cepat organisasi menerima inovasi.
  • Kelenturan organisasi, artinya sejauh mana organisasi mau menerima sumber dari luar yang tidak ada kaitan secara formal. Kelenturan memiliki hubungan positif dengan kepekaan organisasi terhadap inovasi.

 2. Tipe-tipe pengambilan keputusan inovasi dalam organisasi

Pengambilan keputusan dalam organisasi memegang peranan yang sangat penting karena dampak dari keputusan itu akan mempunyai pengaruh yang sangat besar artinya bagi organisasi. Dengan pengambilan keputusan yang tepat dapat memajukan organisasi atau sebaliknya karena kesalahan mengambil keputusan justru dapat merugikan organisasi. Ada dua tipe pengambilan keputusan inovasi yang sering digunakan dalam organisasi yaitu: tipe keputusan inovasi otoritas dan tipe keputusan inovasi kolektif.

Pada tipe keputusan otoritas, keputusan untuk menerima atau menolak inovasi dipaksakan kepada anggota organisasi oleh seseorang yang berada di posisi atas (mempunyai kekuasaan). Perlu diperhatikan ada dua macam tipe keputusan otoritas yang sering keduanya digunakan dalam organisasi formal, yaitu: a) keputusan otoritas dengan partisipasi anggota organisasi (pendekatan partisipatif), dan b) keputusan otoritas dengan tanpa partisipasi anggota organisasi (pendekatan otoritatif).  Sedangkan pada tipe keputusan kolektif para anggota organisasi dengan cara pemungutan suara atau musyawarah yang menetapkan untuk menerima atau menolak inovasi. Keputusan kolektif ini sering digunakan oleh organisasi yang dibentuk secara suka rela, misalnya organisasi kesenian, olah raga dan sebagainya.

3. Proses inovasi dalam organisasi

Proses inovasi adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh individu atau organisasi, mulai sadar atau tahu adanya inovasi sampai menerapkan (implementasi) inovasi. Ada berbagai model proses inovasi dengan perbedaan dasar orientasinya, yaitu yang berorientasi pada individual dan berorentasi pada kelompok.

Contoh proses inovasi yang berorientasi pada individual menurut Rodgers (1962):

  • Menyadari
  • Menaruh perhatian
  • Menilai
  • Mencoba
  • Menerima

Contoh proses inovasi yang berorientasi pada organisasi menurut  Zaltman, Duncan & Holbek (1973) :

I .  Tahap permulaan (inisiasi)

  1. Langkah pengetahuan dan kesadaran
  2. Langkah pembentukan sikap terhadap inovasi
  3. Langkah keputusan

II . Tahap Implementasi

  1. Tahap awal implementasi
  2. Langkah kelanjutan pembinaan.

PSBG sebagai inovasi dalam organisasi sekolah

PSBG adalah Pusat Sumber Belajar Gugus ( Cluster Resource Center “CRC” ), PSBG sebagai sarana dan prasarana yang dapat mengakomodir kebutuhan serta tuntutan guru baik dilihat dari pengetahuan maupun keterampilan sehingga melalui kegiatan PSBG ini dapat memberikan kontribusi baik terhadap peningkatan kreativitas serta profesionalisme guru yang berimplikasi terhadap peningkatan mutu pembelajaran.

PSBG adalah wadah kerjasama guru-guru dan sebagai tempat mendiskusikan masalah-masalah yang berkaitan dengan kemampuan profesional, yaitu dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai, kemajuan proses pembelajaran. Di PSBG guru-guru dapat mendiskusikan masalah untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran serta memikirkan kemungkinan pemecahannya berdasarkan pengalaman dan ide-ide yang bersumber dari guru-guru itu sendiri. Semua masalah yang menyangkut upaya perbaikan pembelajarab dapat dibahas dan dipecahkan dalam forum ini. Kegiatan-kegiatan yang dibahas diantaranya penyusunan program pembelajaran, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, pembuatan dan penggunaan alat peraga, pemanfaatan sumber belajar, penilaian hasil belajar, penataan ruang kelas, pengelolaan kelas, penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar dan kegiatan lain yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran.

Fungsi-fungsi PSBG diantaranya adalah :

1. fungsi pertemuan

PSBG berfungsi sebagai tempat warga gugus melaksanakan pertemuan-pertemuan baik rutin maupun insidental berkaitan dengan kegiatan profesionalnya, seperti : pertemuan KKG, KKKS, dll.

2. Fungsi informasi

PSBG merupakan tempat dimana warga gugus dapat memperoleh informasi pendidikan dan pembelajaran. Berbagai informasi baik dalam bentuk nara sumber, materi cetak, non cetak, maupun on-line dapat diperoleh atau diakses di PSGB.

3. Fungsi pengembangan profesional

PSBG merupakan tempat dimana warga gugus dapat melakukan kegiatan-kegiatan pengembangan profesional dalam pendidikan dan pembelajaran. Kegiatan tersebut seperti workshop, simulasi, diskusi, serta kegiatan lain yang berkaitan dengan peningkatan kreativitas dan kemampuan profesinalisme.

4. Fungsi produksi

PSBG kemungkinan juga melaksanakan fungsi produksi apabila ada di PSBG warga gugus dapat membuat alat bantu atau media pembelajaran untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing.

Pembentukan PSBG diharapkan dapat memfasilitasi dan mempelancar upaya peningkatan kemampuan kreativitas dan profesionalisme para guru, kepala sekolah, dalam upaya meningkatkan mutu proses pembelajaran bernuansa PAKEM. Sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatkan hasil belajar siswa dengan mendayagunakan segala sumber belajar yang ada berdasarkan program yang telah disusun dan disepakati bersama berlandaskan otonomi pengelolaan sekolah dari gugus. Adapun peran PSBG adalah

  1. Sebagai sarana dan wahana pengembangan kreativitas dan profesionalisme guru, kepala sekolah di gugus.
  2. Memberikan fasilitas yang dapat dimanfaatkan sebagai wahana informasi, pengetahuan, dan keterampilan guru.
  3. Memotivasi guru agar kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran, sehingga mutu pembelajarab yang bermakna dapat tercapai.
  4. Mengembangkan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan dalam merancang dan menciptakan alat pembelajaran murah.
  5. Menunjang pelatihan dan proses sinergis, untuk maju bersama berdasarkan mutu profesionalisme yang dilandasi imtaq dan iptek.
  6. Membuat proses pembelajaran menjadi mudah dan menyenangkan.

 Adapun ruang lingkup kinerja PSBG yang harus dipertanggungjwabkan yaitu :

  1. Menumbuhkembangkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan diantara pendidik dan tenaga kependidikan di gugus
  2. Pembudayakan berbagai kegiatan, yang mengacu terhadap peningkatan kemampuan dan sikap profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan yang dilandasi pengetahuan, wawasan terhadap proses pembelajaran.
  3. Membantu memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi para pendidik dan tenaga kependidikan, anggota gugus baik yang telah dprogramkan maupun permasalahan yang muncul spontanitas
  4. Mengembangkan pola mekanisme pembinaan profesional berdasarkan program dan alat, media serta pendanaan yang tersedia.
  5. Memfasilitasi, serta mengelola berbagai sumber dan media pembelajaran yang menjadi aset gugus (PSBG), untuk dapat dimanfaatkan oleh setiap pendidik dan tenaga kependidikan dalam upaya mengembangkan proses pembelajaran PAKEM.
  6. Mengembangkan kerjasama, komunikasi yang baik antara pendidik dan tenaga kependidikan, guru dengan kepala sekolah, guru dengan pengawas, komite sekolah dengan stakeholder dengan upaya mengembangkan manajemen dan pengelolaan kelas dan siswa yang optimal.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Desember 2013 in Education

 

Tag: , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: