RSS

Iklim Organisasi

06 Jan

I. Konsep Iklim Organisasi

Iklim dapat bersifat menekan, netral atau dapat pula bersifat mendukung, tergantung bagian mengaturnya, karena itu setiap organisasi selalu mempunyai iklim kerja yang unik.James dan Jenoe dalam Karyanto (1995) mengemukakan tiga pandangan tentang iklim organisasi, yaitu :

  1. Iklim organisasi sebagai sekumpulan ciri organisasi yang dapat diterangkan dengan obyektivitas yang masuk akal. Ciri-ciri ini membedakan organisasi tersebut dengan organisasi lainnya yang secara relatif bertahan dan mempengaruhi perilaku individu dalam organisasi tersebut.
  2. Iklim sebagai konsep yang merefleksikan isi dan kelebihan dari nilai-nilai, norma, perilaku dan perasaan para anggota dan sebuah sistem sosial yang secara operasional dapat diukur melalui persepsi dari anggota-anggota sistem.
  3. Iklim organisasi itu mempunyai sesuatu yang signifikan hanya pada setiap individu. Karena individu tersebut itulah yang terlibat atau tidak terlibat dalam keputusan-keputusan, mengalami atau tidak komunikasi yang efektif dan hangat, mempunyai atau tidak otonomi, dan sebagainya.

Definisi tentang iklim organisasi telah banyak dikemukakan oleh para ahli. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Davis dan Hewstrom (1995)

Iklim organisasi adalah lingkungan dimana para karyawan suatu organisasi melakukan pekerjaan mereka. Iklim mengitari dan mempengaruhi segala hal yang bekerja dalam organisasi sehingga iklim dikatakan sebagai suatu konsep yang dinamis..

  • Higgins (1998)

Iklim organisasi adalah kumpulan dari persepsi karyawan termasuk mengenai pengaturan karyawan. Keinginan dari pekerjaan dalam organisasi, dan lingkungan sosial dalam organisasi. Jadi iklim organisasi merupakan harapan-harapan serta cara pandang individu terhadap organisasi.

  • Simamora (2001)

Iklim organisasi terdiri dari hubungan antar karyawan dan kombinasi antara nilai dan tujuan yang ditetapkan oleh perusahaan.

  • Robert G. Owens

Iklim organisasi sebagai studi persepsi individu mengenai berbagai aspek lingkungan organisasinya.

  • Keith Davis

Iklim organisasi itu adalah yang menyangkut semua lingkungan yang ada atau yang dihadapi oleh manusia di dalam suatu organisasi tempat mereka melaksanakan pekerjaannya.

Dari pengertian-pengertian yang dikemukakan tersebut jelas bahwa iklim organisasi berhubungan erat dengan persepsi individu terhadap lingkungan sosial organisasi yang mempengaruhi organisasi dan perilaku anggota organisasi. Karena konsep iklim organisasi didasarkan pada persepsi pribadi anggota organisasi, maka pengukuran iklim organisasi kebanyakan dilakukan melalui kuisioner. Jadi dapat disimpulkan bahwa iklim organisasi adalah serangkaian deskripsi dari karakteristik organisasi yang membedakan sebuah organisasi dengan organisasi lainnya yang mengarah pada persepsi masing-masing anggota dalam memandang organisasi.

Menurut Al-Shammri (1998), Slocum mengemukakan 4 sifat iklim organisasi, antara lain :

1. iklim baik secara organisasi

Individu maupun grup, secara keseluruhan bersifat psikologis dan persepsi, individu yaitu persepsi yang diperoleh oleh seluruh anggota dari satuan unit sosial.

2. Semua iklim adalah abstrak

Orang-orang biasanya memanfaatkan informasi tentang barang lain dan berbagai kegiatan yang terjadi dalam organisasi tersebut untuk membentuk suatu rangkuman persepsi mengenai iklim. Setelah itu digabungkan hasil dari pengamatan mereka dan pengalaman pribadi orang-orang lain untuk dibuat peta kognitif dari orang tersebut.

3. Iklim bersifat abstrak dan perceptual

Maka mereka memiliki prinsip-prinsip yang sama dengan persepsi seperti konsep psikologis yang lainnya. Ketika prinsip ini digunakan dalam pengamatan lingkungan kerja maka sebuah deskripsi yang bersifat multidimensi akan dihasilkan.

4. Iklim itu sendiri

Disadari lebih deskriptif daripada evaluatif, jadi peneliti lebih banyak banyak menanyakan apa yang mereka lihat dalam lingkungan kerja mereka pada seseorang dibandingkan menanyakan kepada mereka untuk menyatakan apakah itu baik atau buruk.

Manajer dapat mempengaruhi iklim organisasi dengan cara:

  • Memahami 3 dimensi kunci dari iklim organisasi
  • Mempelajari iklim organisasi yang ada
  • Merespon iklim organisasi yang ada

3 KUNCI UTAMA IKLIM ORGANISASI

  1. Clarity. Sebuah iklim organisasi yang baik dan jelas apabila anggota-anggota kelompok mengetahui peran dan tanggung jawab mereka masing-masing dalam organisasi.
  2. Support. Sebuah iklim yang mendukung akan tercipta jika para anggota organisasi merasa bahwa mereka memiliki sumber daya/fasilitas yang dapat mendukung ia untuk mencapai tujuan kelompok.
  3. Challenge. Iklim yang menantang adalah iklim yang dapat membuat anggota kelompok merasa dapat meningkatkan kemamp;uannya, dapat mengambil resiko untuk memecahkan masalah, dan menemukan cara untuk bekerja dengan lebih efktif.

II. Isu-isu Iklim Organisasi dalam Lembaga Pendidikan

Kondisi iklim organisasi SEKODAS (Sekolah Dasar Sidomba) tidak efektif, efisien, produktif, dan kondusif. Hal itu disebabkan karena adanya masalah-masalah yang terjadi di dalam SEKODAS itu sendiri, baik masalah yang sudah ada maupun masalah-masalah baru yang bermunculan. Dari keseluruhan masalah-masalah tersebut dikaitkan dengan iklim organisasi dapat dikatakan tidak kondusif karena masih jauh dari kondisi lingkungan kerja yang diharapkan tejadi di sekolah tersebut. Seperti yang diketahui bahwa iklim organisasi yang baik itu dapat dilihat dari kualitas lingkungan sekolah yang berlangsung secara relative yang dialami oleh guru. Pengaruh sikap-sikapnya, dan berdasar pada pengertian secara bersama tentang “sikap” di sekolah. Sebuah iklim timbul melalui interaksi dari anggota dan pertukaran perasaan diantara mereka. Iklim dalam sekolah adalah kepribadiannya tiga konsep yang berbeda dari iklim telah digambarkan dan dianalisa.

  1. iklim terbuka adanya karakteristik yang efektif,
  2. iklim sehat adalah dinamika berorganisasi yang lebih sehat dari sekolah adalah kepercayaan dari keterbukaan dalam hubungan antara anggota dan prestasi siswa,
  3. iklim sosial dari sekolah tersusun dalam rangkaian kesatuan yang panjang dalam orientasi pengawasan murid mulai dari penjagaan sampai ke prikemanusiaan.

Dikaitkan dengan keadaan yang diharapkan seperti diatas iklim organisasi SEKODAS masih jauh mendekati hal tersebut. Karena dalam relevansinya masih terdapat ketimpangtindihan dalam kondisi kerja yang terjadi antara personil sekolah (para guru dan kepala sekolah) dengan ketua yayasan. Akibatnya iklim organisasi tidak kondusif. Meskipun pengaruh iklim terhadap kinerja itu bersifat tidak langsung, namun iklim organisasi mempunyai peranan besar, terutama di dalam membentuk motivasi (motivasi ekstrinsik), kepuasan dan sikap kerja. Motivasi ekstrinsik maksudnya adalah motinasi yang bersumber dari faktor-faktor eksternal, seperti: karir, gaji, kesejahteraan, hubungan interpersonal, pujian dan lain-lain. Motivasi ekstrinsik diperlukan terutama bagi guru yang kompetensi profesionalnya rendah.

Selain itu iklim organisasi dapat membentuk kepuasan dan sikap kerja guru dan kepala sekolah di SEKODAS. Guru dan kepala sekolah yang tidak puas akan menghabiskan waktunya hanya untuk menggerutu, manggunjing, menghasut dan mengeluh. Juga, guru yang tidak tidak puas akan mempunyai catatan absen dan turn over yang relative tinggi.

III. Hubungan Iklim Organisasi dan Efektifitas Organisasi

Menurut Siver dalam Komariah dan Triatna (2005) iklim sosial suatu sekolah dibentuk oleh hubungan timbal balik antara perilaku pimpinan Sekolah dan perilaku guru sebagai suatu kelompok. Perilaku pimpinan sekolah dapat mempengaruhi interaksi interpersonal para guru. Dengan demikian dinamika kepemimpinan yang dilakukan pimpinan sekolah dengan kelompok (guru dan staf) dipandang sebagai kunci untuk memahami variasi iklim sekolah. Interaksi antara perilaku guru dan perilaku pimpinan sekolah akan menentukan iklim sekolah yang bagaimana yang akan terwujud, iklim sekolah yang baik dan kondusif bagi kegiatan pendidikan akan menghasilkan interaksi edukatif yang efektif sehingga upaya pencapaian tujuan pendidikan sekolah akan berjalan dengan baik.

Interaksi di dalam kelas, baik yang lisan maupun yang tertulis mutlak diperlukan dan akan memberikan dampak proses dan hasil belajar yang positif. Interaksi semacam ini harus selalu ditingkatkan, karena dapat memotivasi siswa agar mempunyai keberanian dan kegairahan untuk berinteraksi dengan guru. Kolb, et.al dalam Komariah dan Triatna (2005) mencatat 11 dimensi iklim organisasi yang dapat diadaptasikan bagi iklim sekolah, yaitu :

  1. Struktur tugas, perincian metode yang dipakai untuk melaksanakan tugas organisasi.
  2. Hubungan imbalan hukum, tingkat batas pemberian imbalan tambahan seperti promosi dan kenaikan gaji berdasarkan prestasi dan jasa, bukan pada pertimbangan lain seperti senioritas dan favoritisme.
  3. Sentralisasi keputusan, batasan-batasan keputusan penting yang dipusatkan pada manajemen level atas.
  4. Tekanan pada prestasi, keinginan pihak pekerja organisasi untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik dan memberikan sumbangan bagi sasaran kerja organisasi.
  5. Tekanan pada latihan dan pengembangan, tingkat ketika organisasi berusaha meningkatkan prestasi individu melalui kesiapan latihan dan pengembangan yang cepat.
  6. Lingkungan sekolah yang memberikan keamanan, kenyamanan, kebersihan dan kelengkapan sarana prasarana.
  7. Keterbukaan versus ketertutupan, tingkat ketika orang-orang lebih suka menutupi kesalahan mereka dan menampilkan diri secara baik dan bekerja sama.
  8. Rasa kekeluargaan yang kuat antara civitas sekolah yaitu kepala sekolah, guru, karyawan, siswa dan orang tua.
  9. Pengakuan dan umpan balik, tingkat seorang individu mengetahui apa pendapat atasan dan manajemen terhadap pekerjaannya serta tingkat dukungan mereka atas dirinya.
  10. Status dan semangat, perasaan umum diantara individu bahwa organisasi merupakan tempat kerja yang baik.
  11. Kompetensi dan keluwesan organisasi secara umum, tingkat organisasi mengetahui apa tujuannya dan mengejarnya secara luwes dan kreatif. Termasuk juga batas organisasi mengantisipasi masalah, mengembangkan metode baru dan mengembangkan keterampilan baru pada pekerja.

IV. Iklim Organisasi dan Kinerja

Sebenarnya pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja itu bersifat tidak langsung, sama seperti kompetensi profesional. Iklim organisasi mempunyai peranan besar, terutama di dalam membentuk motivasi (motivasi ekstrinsik), kepuasan, dan sikap kerja. Motivasi ekstrinsik, maksudnya adalah motivasi yang bersumber dari faktor-faktor eksternal, seperti karir, gaji, kesejahteraan, hubungan interpersonal, pujian, dan lain-lain. Motivasi ekstrinsik diperlukan terutama bagi guru yang kompetensi profesionalnya rendah.

Selain itu, iklim organisasi dapat membentuk kepuasan dan sikap kerja guru. Guru yang tidak puas akan menghabiskan waktunya hanya untuk menggerutu, menggunjing, menghasut, dan mengeluh. Juga, guru yang tidak puas akan mempunyai catatan absen dan turn over yang relative tinggi.

Unsur-unsur yang mengkontribusi terciptanya iklim yang menyenangkan adalah : (1) kualitas kepemimpinan, (2) kadar kepercayaan, (3) komunikasi, ke atas dan ke bawah, (4) perasaan melakukan pekerjaan yang bermanfaat, (5) tanggung jawab, (6) imbalan yang adil, (7) tekanan pekerjaan yang nalar, (8) kesempatan, (9) pengendalian, struktur, dan birokrasi yang nalar, dan (10) keterlibatan pegawai, partisipasi.

VII. Kesimpulan

Iklim organisasi berhubungan erat dengan persepsi individu terhadap lingkungan sosial organisasi yang mempengaruhi organisasi dan perilaku anggota organisasi. Karena konsep iklim organisasi didasarkan pada persepsi pribadi anggota organisasi, maka pengukuran iklim organisasi kebanyakan dilakukan melalui kuisioner. Jadi dapat disimpulkan bahwa iklim organisasi adalah serangkaian deskripsi dari karakteristik organisasi yang membedakan sebuah organisasi dengan organisasi lainnya yang mengarah pada persepsi masing-masing anggota dalam memandang organisasi.

Dalam suatu penerapan perilaku organisasi, pembahasan tentang iklim organisasi memang sangat penting dalam kajian perilaku organisasi. Karena iklim organisasi menunjukan cara hidup suatu organisasi serta dapat menimbulkan pengaruh yang sangat besar terhadap motivasi, prilaku, prestasi, dan kepuasan kerja pegawai, sehingga kinerja setiap personil organisasi akan meningkat serta mereka akan merasa nyaman jika suatu iklim organisasi berjalan dengan baik.

REFERENSI

Azizah, Siti.(2009).Iklim Organisasi [online].Tersedia: http://www.scribd.com/doc/16436905/ IKLIM-ORGANISASI.html (di akses tanggal 18 Oktober 2010)

Sutisna, Entis.(2009).Iklim Organisasi [online].Tersedia: http://gurutisna.wordpress.com/200 9/03/05/iklim-organisasi.html (di akses tanggal 18 Oktober 2010)

Trie, Bambang.(2009).Iklim Organisasi [online].Tersedia: http://www.bambangtrie.com/?p=6 .html (di akses tanggal 18 Oktober 2010)

__________.(2009).DEFINISI IKLIM ORGANISASI [online].Tersedia: http://vinspirations. blogspot.com/2009/06/definisi-iklim-organisasi.html (di akses tanggal 18 Oktober 2010)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Januari 2012 in Education

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: