RSS

PENGEMBANGAN SILABUS

05 Jan

1. Pengertian Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian materi pencapaian kompetensi yang merupakan tolak ukur penilaian. Pengembangan terhadap komponen pokok dalam silabus merupakan kewenangan guru, karena gurulah yang tahu kondisi ril yang sebenarnya terjadi pada lingkungan belajar siswa.

2. Prinsip Pengembangan Silabus

a. Ilmiah. Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

b. Relevan. Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabussesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional dan spiritual peserta didik.

c. Sistematis. Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.

d. Konsisten. Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar dan sistem penilaian.

e. Memadai. Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.

f. Aktual dan kontekstual. Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi dan seni mutakhirdalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.

g. Fleksibel. Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntunan masyarakat.

h. Menyeluruh. Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi, yaitu; kognitif, afektif dan psikomotor.

(Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran UPI. 2006:221)

3.  Unit Waktu Silabus

a. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan.

b. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.

c.  Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum.

(Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran UPI. 2006:220)

            Dengan demikian, unit waktu pelaksanaan pengembangan silabus disesuaikan dengan tujuan dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diakomodir dalam silabus tersebut, apakah per semester atau per tahun.

4.  Pengembangan Silabus

a. Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik siswa, kondisi sekolah & lingkungan.

b.  Apabila guru mata pelajaran belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri, maka pihak sekolah dapat mengusahakan untukmembentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah tsb.

c.  Di SD/MI semua guru kelas, dari kelas I sampai kelas VI, menyusun silabus secara bersama.

d.  Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri sebaiknya bergabung dengan sekolah-sekolah lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah-sekolah dalam lingkup MGMP/PKG setempat.

e. Dinas pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman dibidangnya masing-masing.

(Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran UPI. 2006:220)

5.  Langkah-langkah Pengembangan Silabus

a. Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar. Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran, sebagaimana tercantum pada standar isi, dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  • Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI
  • Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran
  • Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran

b. Mengidentifikasi materi. Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:

  • Potensi peserta didik
  • Relevan dengan karakteristik daerah
  • Tingkat perkembangan fisik, emosional, sosial dan spiritual peserta didik
  • Kebermanfaatan bagi peserta didik
  • Struktur keilmuan
  • Aktualitas kedalaman dan keluasan materi pembelajaran
  • Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.
  • Alokasi waktu

c. Mengembangkan kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidupyang perlu dikuasai peserta didik.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan kegiatan pembelajaran adalah:

  • Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
  • Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
  • Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
  • Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa yaitu kegiatan siswa dan materi.

d. Merumuskan indikator pencapaian kompetensi. Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.

e. Penentuan jenis penilaian. Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator.Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap,penilaian hasil karya berupa tugas proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistimatis dan berkesinambungan, sehinggamenjadi informasi bermakna dalam pengambilan keputusan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian:

  • Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.
  • Penilaian menggunakan acuan kriteria, yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
  • Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan.
  • Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih dan hasilnya dianalisis untukmenentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa.
  • Hasil penelitian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut.
  • Tindak lanjut yang berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. Program remedialbagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya dibawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.
  • Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan, maka evaluasi harus diberikan baik pada proses, misalnya; teknik wawancara, maupun produk /hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.

f. Menentukan alokasi waktu. Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman tingkat kesulitan dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang diutuhkan oleh peserta didik yang beragam.

g. Menentukan sumber belajar. Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi.

6.  Prosedur Pengembangan Silabus

  1. Mengisi format identitas
  2. Mengkaji dan menganalisa standar kompetensi pada kurikulum
  3. Mengkaji dan menentukan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik
  4. Menentukan materi pembelajaran dalam rangka mencapai kompetensi dasar
  5. Mengembangkan aktivitas pembelajaran
  6. Merumuskan indikataor-indikator pencapaian kompetensi
  7. Menentukan jenis penilaian
  8. Menentukan alokasi waktuMenentukan sumber belajar

7.  Contoh Format Silabus

Nama Sekolah      : ………………………..

Mata Pelajaran      : ………………………..

Kelas                     : ………………………..

Alokasi Waktu       : ………………………..

Standar Kompetensi:

Kompetensi Dasar Indikator:

Materi Pokok:

KBM:

Penilaian:

(Versi Mulyasa, E. 2006: 208)

Nama Sekolah      : ……………………………

Mata Pelajaran      : ……………………………

Kelas                     : ……………………………

Alokasi Waktu       : ……………………………

I. Standar Kompetensi

II. Kompetensi Dasar

III. Materi Pembelajaran

IV. Kegiatan Pembelajaran

V.   Indikator

VI. Penilaian

VII. Alokasi Waktu

VIII.Sumber Belajar

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Januari 2012 in Education

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: