RSS

Metafisika

05 Jan

Definisi Metafisika

Metafisika (Bahasa Yunani: μετά (meta) = “setelah atau di balik”, φύσικα (phúsika) = “hal-hal di alam”) adalah cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat objek (fisik) di dunia. Metafisika adalah studi keberadaan atau realitas. Metafisika mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah sumber dari suatu realitas? Apakah Tuhan ada? Apa tempat manusia di dalam semesta?

Cabang utama metafisika adalah ontologi, studi mengenai kategorisasi benda-benda di alam dan hubungan antara satu dan lainnya. Ahli metafisika juga berupaya memperjelas pemikiran-pemikiran manusia mengenai dunia, termasuk keberadaan, kebendaan, sifat, ruang, waktu, hubungan sebab akibat, dan kemungkinan.

Penggunaan istilah “metafisika” telah berkembang untuk merujuk pada “hal-hal yang di luar dunia fisik”. “Toko buku metafisika”, sebagai contoh, bukanlah menjual buku mengenai ontologi, melainkan lebih kepada buku-buku mengenai ilmu gaib, pengobatan alternatif, dan hal-hal sejenisnya.

Beberapa Tafsiran Metafisika Dalam menafsirkan hal ini, manusia mempunyai beberapa pendapat mengenai tafsiran metafisika. Tafsiran yang pertama yang dikemukakan oleh manusia terhadap alam ini adalah bahwa terdapat hal-hal gaib (supernatural)dan hal-hal tersebut bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibandingkan dengan alam yang nyata. Pemikiran seperti ini disebut pemikiran supernaturalisme. Dari sini lahir tafsiran-tafsiran cabang misalnya animisme. Selain paham di atas, ada juga paham yang disebut paham naturalisme. paham ini amat bertentangan dengan paham supernaturalisme. Paham naturalisme menganggap bahwa gejala-gejala alam tidak disebabkan oleh hal-hal yang bersifat gaib, melainkan karena kekuatan yang terdapat dalam itu sendiri,yang dapat dipelajari dan dapat diketahui. Orang-orang yang menganut paham naturalisme ini beranggapan seperti itu karena standar kebenaran yang mereka gunakan hanyalah logika akal semata, sehingga mereka mereka menolak keberadaan hal-hal yang bersifat gaib itu. Dari paham naturalisme ini juga muncul paham materialisme yang menganggap bahwa alam semesta dan manusia berasal dari materi. Salah satu pencetusnya ialah Democritus (460-370 S.M). Adapun bagi mereka yang mencoba mempelajari mengenai makhluk hidup. Timbul dua tafsiran yang masing saling bertentangan yakni paham mekanistik dan paham vitalistik. Kaum mekanistik melihat gejala alam (termasuk makhluk hidup) hanya merupakan gejala kimia-fisika semata. Sedangkan bagi kaum vitalistik hidup adalah sesuatu yang unik yang berbeda secara substansif dengan hanya sekedar gejala kimia-fisika semata. Berbeda halnya dengan telaah mengenai akal dan pikiran, dalam hal ini ada dua tafsiran yang juga saling berbeda satu sama lain. Yakni paham monoistik dan dualistik. sudah merupakan aksioma bahwa proses berpikir manusia menghasilkan pengetahuan tentang zat (objek) yang ditelaahnya. Dari sini aliran monoistik mempunyai pendapat yang tidak membedakan antara pikiran dan zat.keduanya (pikiran dan zat) hanya berbeda dalam gejala disebabkan proses yang berlainan namun mempunyai subtansi yang sama. Pendapat ini ditolak oleh kaum yang menganut paham dualistik. Dalam metafisika, penafsiran dualistik membedakan antara zat dan kesadaran (pikiran) yang bagi mereka berbeda secara substansif. Aliran ini berpendapat bahwa yang ditangkap oleh pikiran adalah bersifat mental. Maka yang bersifat nyata adalah pikiran, sebab dengan berpikirlah maka sesuatu itu lantas ada.

*Metafisika berasal dari kata Yunani meta ta physika, sesuatu di luar hal-hal fisik.

*Istilah metafisika diketemukan Andronicus pada tahun 70 SM ketika menghimpun karya-karya Aristoteles, dan menemukan  suatu bidang di luar bidang fisika atau disiplin ilmu lain.

*Metafisika  secara tradisional didefinisikan sebagai pengetahuan tentang  Pengada (Being). (Runes, 1979: 196).

*Metafisika adalah upaya untuk menjawab problem tentang realitas yang lebih umum, komprehensif, atau lebih fundamental daripada ilmu (White, 1987: 1).

*Metafisika adalah upaya untuk merumuskan fakta yang paling umum dan luas tentang dunia termasuk  penyebutan kategori  yang paling dasar dan hubungan di antara kategori tersebut.  (Alston: 1964: 1).

Klasifikasi Metafisika (C.Wolff)

1. Metaphysica Generalis (ontologi); ilmu tentang yg ada atau pengada.

2. Metaphysica Specialis terdiri atas:

  • Antropologi; menelaah ttg hakikat manusia, terutama hub. jiwa & raga.
  • Kosmologi; menelaah ttg asal usul & hakikat alam semesta.
  • Theologi; Kajian ttg Tuhan secara rasional.

Manfaat Metafisika Bagi Pengembangan Ilmu

1.Kontribusi metafisika terletak pd awal terbentuknya paradigma ilmiah, ketika  kumpulan kepercayaan belum lengkap pengumpulan faktanya, maka ia harus dipasok dr luar, antara lain: metafisika, sains yg lain, kejadian personal dan histories. (Kuhn)

2.Metafisika mengajarkan cara berpikir yang serius, terutama dlm menjawab problem yg bersifat enigmatik (teka-teki), shg melahirkan sikap dan rasa ingin tahu yg mendalam. (Kennick)

3.  Metafisika mengajarkan sikap open-ended, shg hasil sebuah ilmu selalu terbuka untuk temuan & kreativitas baru. (Kuhn)

4. Perdebatan dalam metafisika melahirkan berbagai aliran, mainstream, spt: monisme, dualisme, pluralisme, shg  memicu proses ramifikasi, berupa lahirnya percabangan ilmu (Kennick)

5. Metafisika menuntut orisinalitas berpikir, krn setiap metafisikus menyodorkan cara  berpikir yg cenderung subjektif dan menciptakan terminologi filsafat yg khas. Situasi semacam ini diperlukan utk pengembangan ilmu dalam rangka menerapkan heuristika. (van Peursen)

6. Metafisika mengajarkan pd peminat filsafat utk mencari prinsip pertama (First principle) sbg kebenaran yg paling akhir. Kepastian ilmiah dlm metode skeptis Descartes hanya dapat diperoleh jika kita menggunakan metode deduksi  yang bertitik tolak dari premis yg paling kuat (Cogito Ergo Sum).

7. Manusia yg bebas sebagai kunci bagi akhir Pengada,artinya manusia memiliki kebebasan utk merealisasikan dirinya sekaligus bertanggungjawab bagi diri, sesama, dan dunia. Penghayatan atas kebebasan di satu pihak dan tanggung jawab di pihak lain merupakan sebuah kontribusi penting bagi pengembangan ilmu yg sarat dengan nilai (not value-free). (Bakker)

8.Metafisika mengandung potensi utk menjalin komunikasi antara pengada yg satu dengan pengada yg lain. Aplikasi dlm ilmu berupa komunikasi antar ilmuwan mutlak dibutuhkan, tidak hanya antar ilmuwan sejenis, tetapi juga antar disiplin ilmu, sehingga memperkaya pemahaman atas realitas keilmuwan. (Bakker)

Hubungan Metafisika dengan Epistemologi, Aksiologi, dan Logika

1. Hub. metafisika dng epistemologi terletak pd kebenaran (truth) sbg titik omega bagi pencapaian pengetahuan.

2. Hub. metafisika dng aksiologi terletak pd nilai (axios, value) sbg kualitas yg inheren pd suatu objek. Objeknya mungkin dpt diiindera, namun kualitasnya itu sendiri bersifat metafisik.

3. Hub. metafisika dng logika bersifat simbiosis mutualistik. Di satu pihak metafisika memerlukan logika utk membangun argumentasi yg meyakinkan, di pihak lain simbol dan prinsip-prinsip logika itu sendiri merupakan wajah metafisika, karena sifatnya yg abstrak.

Contoh-Contoh Kebenaran Metafisika

Bagi orang yang tinggal di dekat gunung, pasti akan setuju kalau gunung itu benda yang besar yang mustahil bagi orang yang panca inderanya lengkap tidak bisa melihat. Tapi coba bila malam datang atau pagi dimana kabut sangat tebal, bisakah melihatnya? Kalau tidak bisa melihatnya,apakah gunung itu tidak ada? Apakah gunung itu hilang? Tentu tidak, karena indera kita tidak dapat menembus tabir yang menyalimuti gunung itu. Metafisika membahas sesuatu yang kelihatannya tidak ada,namun memiliki arti, atau mencari sesuatu arti dibalik benda yang ada. Tujuannya adalah mencari makna sejati yang bisa dijadikan patokan.

◙ Apakah benda-benda yang kita lihat sekeliling kita itu benar-benar nyata atau hanya permainan pikiran atau otak kita saja? apakah kita sekarang itu sama dengan kita yang kemaren? 2 hari yang lalu? kan molekul-molekul tubuh kita berganti-ganti (peluruhan) setiap waktunya. intinya pertanyaan2nya filosofis tapi tentang objek fisik.

◙ Misal kemampuan telepati atau telekinetis, apakah bisa dijelaskan dengan Fisika? Saat ini rasanya belum. Begitu pula hubungan antar dua saudara kembar, di mana seseorang bisa merasakan hal yang menimpa saudaranya (kontak batin atau firasat) itu juga belum bisa dijelaskan.

◙ “tenaga dalam” pada bela diri pernafasan bisa dijelaskan secara fisika, yaitu karena adanya osilasi pada darah (yang mengandung zar besi). Osilasi akan menghasilkan medan/gelombang. Nah persoalannya adalah perlu latihan untuk “meng-osilasikan” dan kemudian menyalurkan gelombang tadi.

◙ Foto aura adalah proses yang bisa dijelaskan oleh fisika, tetapi  interpretasi yang dikaitkan dengan karakter orang, atau kejadian yang akan dialami orang itu biasanya dilakukan oleh paranormal (berada di luar fisika bisa dikatakan termasuk metafisika).
◙ Foto dalam handphone teman anda adalah proses fisika, namun penafsiran bahwa foto itu adalah foto hantu sudah bidang metafisika.

◙ contoh yang lainnya seperti alat pendeteksi hantu, foto & kamera yang bisa menangkap sosok hantu, atau mungkin ruang dimensi (gerbang dimensi kemana saja).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Januari 2012 in Education

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: