RSS

Konsep Supervisi Pendidikan

05 Jan

Secara tradisional konsep supervisi adalah pekerjaan inspeksi, mengawasi dalam pengertian mencari kesalahan dan menemukan kesalahn dengan tujuan untuk diperbaiki. Supervisi dengan konsep ini dsebut snooper vision atau tugas memata-matai untuk menemukan kesalahan. Konsep supervisi ini membuat guru-guru menjadi takut dan enggan menolak kerja sama karena dianggap dapat dipersalahkan.

Berkembanglah konsep supervisi ilmiah, yaitu :

  1. Sistematis (dilaksanakan secara teratur, berencana, dan terus-menerus).
  2. Obyektif (data yang didapat berdasarkan observasi nyata bukan berdasarkan tafsiran pribadi yang bersifat subyektif).
  3. Menggunakan instrumen pencatat yang reliabel untuk memberikan informasi sebagai umpan balik atas penilaian terhadap proses pembelajaran di kelas.

Menurut Adams dan Dickey (1959) dalam Basic Principle of Supervision, supervisi adalah program berencana untuk memperbaiki pengajaran yang pada hakikatnya adalah perbaikan belajar dan mengajar.

Dalam Dictionary of Education oleh Good Carter (1959) pengertian supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru maupun petugas-petugas lain untuk memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran, metode dan evaluasi pengajaran yang demokratis.

Menurut Boardman (1953), supervisi adalah usaha menstimulasi, mengkoordinasi dan membimbing secara kontinu pertumbuhan guru-guru di sekolah secara individual maupun secara kolektif agar dicapai fungsi pengajaran secara lebih paham dan efektif. Dengan demikian guru-guru dapat menstimulasi dan membimbing pertumbuhan peserta didik secara kontinu dan lebih kompeten berpartisipasi dalam masyarakat demokrasi modern.

Mc Nerney (1951) mengatakan, supervisi sebagai suatu prosedur memberi arah dan mengadakan penilaian kritis terhadap proses pengajaran. Menurut Burton dan Bruckner (1955), supervisi dari segi perubahan sosial berpengaruh terhadap peserta didik sebagai teknik pelayanan dengan tujuan utama mempelajari dan memperbaiki secara bersama-sama faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Kimball Wiles mengatakan, bahwa supervisi adalah bantuan untuk memperbaiki situasi belajar mengajar yang lebih baik.

Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya.

INSPEKSI DAN SUPERVISI

Inspeksi : inspectie (belanda) yang artinya memeriksa

Orang yang menginsipeksi disebut inspektur

Inspektur dalam hal ini mengadakan :

→ Controlling : memeriksa apakah semuanya dijalankan sebagaimana mestinya

→ Correcting : memeriksa apakah semuanya sesuai dengan apa yang telah ditetapkan/digariskan

→ Judging : mengandili dalam arti memberikan penilaian atau keputusan sepihak

→ Directing : pengarahan, menentukan ketetapan/garis

→ Demonstration : memperlihatkan bagaimana mengajar yang baik

Orang yang melakukan supervise disebut supervisor. Dibidang pendidikan disebut supervisor pendidikan.

Supervisi bercirikan :

□ Research :meneliti situasi sebenarnya disekolah

□ Evalution : penilaian

□ Improvement :mengadakan perbaikan

□ Assiatance :memberikan bantuan dan bimbingan

□ Cooperation :kerjasama antara supervisor dan supervised ke arah perbaikan situasi

Kepengawasan pendidikan di Indonesia dewasa ini mengalami masa transisi dari inspeksi kearah supervise yang dicita-citakan. Yang disebut supervisor pendidikan bukan hanya para pejabat/petugas dari kantor pembinaan, kepala sekolah, guru-guru dan bahkan murid pun dapat disebut sebagai supervisor, bila misalnya diserahi tugas untuk mengetuai kelas atau  kelompoknya.

Supervisor

          Supervisor yaitu orang ataupun instansi yang melaksanakan kegiatan supervisi terhadap guru. Perlunya bantuan supervisi terhadap guru berakar mendalam dalam kehidupan masyarakat. Supervisor bertugas menukar ide dan pengalaman tentang mensikapi perubahan tata nilai dalam masyarakat secara arif dan bijaksana.

Supervisor merupakan wakil dari manajemen. Supervisor harus diberi kewenangan yang cukup untuk melaksanakan tanggung jawabnya agar perannya sebagai perwakilan tersebut mempunyai arti, bukan hanya dalam mendisiplinkan bawahannya tetapi juga untuk mempromosikan mereka.

Supervisor adalah pemimpin. Supervisor adalah orang yang mengetahui kualitas stafnya. Tanpa kualitas kompetensi staf yang sesuai dengan karakter pekerjaan akan sulit untuk mencapai sebuah keunggulan dalam menghasilkan kualitas output kerja terbaik. Pada dasarnya, peran supervisor tidak harus terbatas sebagai koordinator atau pimpinan unit kerja saja. Supervisor harus lebih berani untuk manjadikan dirinya sebagai seorang pelatih yang profesional terhadap semua staf yang membantunya di unit kerja. Sebagai seorang pelatih atau coach, supervisor harus bisa menjadi teladan dan pembimbing yang handal bagi semua stafnya dalam menyelesaikan semua proses kerja sesuai dengan spesifikasi kualitas yang diharapkan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Para bawahan akan mempercayai atasannya bila mereka

mengalami komunikasi interaktif yang positif secara langsung selama proses kerja berlangsung. Oleh karena itu, supervisor sebagai pemimpin yang sekaligus sebagai coach harus selalu berada disisi para bawahannyauntuk membantu setiap kesulitan mereka, serta menjadi seorang motivator yang efektif dan produktif dalam mengarahkan semua staf ketujuan yang ingin dicapai. Selama proses kerja berlangsung, supervisor harus secara proaktif mengawasi, memberikan arahan, dan bimbingan yang berlandaskan kepada kekuatan bahasa komunikasi yang positif, efektif, efisien, dan produktif.

Supervisor sebagai inspector. Pepatah lama menyebutkan “karyawan tidak berbuat apa yang diharapkan tetapi berbuat apa yang anda periksa/awasi. Hal ini terjadi bukan karena mereka tidak mau atau tidak peduli untuk mengerjakan tugasnya, tetapi karena kelemahan manusia. Mulai dari tingkat atas sampai bawah (top down)”. Setiap supervisor harus mengawasi atau memeriksa (inspect) pekerjaan bawahannya. Direktur mengawasi manajer, manajer terhadap asisten manajer, asisten manajer terhadap supervisornya. dan supervisor terhadap bawahannya. Pengawasan/pemeriksaan (inspeksi) buakn bersifat negatif yaitu mencari-cari kesalahan tetapi menemukan pekerjaan yang dikerjakan dengan baik dan memberi kredit point dan menunjukan hal-hal yang tidak efisien untuk perbaikan.

Supervisor merupakan penghubung yang vital antara manajemen dan karyawan. Ia mengemban keinginan manajemen dan menyampaikannya kebawah dan bersamaan dengan itu ia bertanggung jawab menyampaikan kebutuhan dan pandangan bawahannya kepada manajemen. Kegagalan melaksanakan fungsi ini secara objektif, jujur dan tepat waktu, bisa menyebabkan kehancuran. Jika ia tidak menyampaikan hal-hal penting tentang bawahannya (emosi, keluhan, protes, dll) kepada manajemen terjadi dua kegagalan yaitu:

1.   Gagal menyampaikan pesan bawahannya kepada manajemen.

2.  Kegagalan manajemen karena ia menahan/menyembunyikan informasi yang bisa merupakan     bahan bagi manajemen untuk menyiapkan jawaban, penjelasan atau keputusan guna     menyelesaikan isu-isu tersebut.

Kelemahannya adalah supervisor ingin menjadi populer sepanjang waktu sehingga ia menyembunyikan hal-hal yang bisa disembunyikan dalam waktu yang lama suatu saat akan terbongkar juga dan ia gagal dan tidak pantas menjadi seorang supervisor.

Tipe-tipe Supervisor pendidikan

1.  Otokratis : supervisor penentu segalanya

2. Demokratis : mementingkan musyawarah mufakat dan bekerjasama atau gontong royong secara kekeluargaan.

3. manipulasi diplomatis : mengarahkan orang yang disupervisi untuk melaksanakan apa yang dikehendaki supervisor dengan cara musulihat

4. laissez-faire : memberikan kebebasan dan keleluasan kepada orang yang disupervisi untuk melakukan apa yang dianggap mereka baik.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Januari 2012 in Education

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: