RSS

Filsafat dan Ilmu Pengetahuan

05 Jan

Filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia atau philosophos. Philos atau philein berarti teman atau cinta, dan shopia atau shopos berarti kebijaksanaan, pengetahuan, danhikmah.

Filsafat berarti juga mater scientiarum yang artinya induk dari segala ilmu pengetahuan.

Kata filsafat dalam bahasa Indonesia memiliki padanan kata falsafah(Arab), philosophie(Prancis, Belanda dan Jerman), serta philosophy(Inggris).

Dengan demikian filsafat berarti mencintai hal-hal yang bersifat bijaksana(menjadi kata sifat) bias berarti teman kebijaksanaan(menjadi kata benda) atau induk dari segala ilmu pengetahuan.

Phytagoras(572 -497 SM) sebagai orang pertama yang memakai kata philosopia yang berarti pecinta kebijaksanaan(lover  of  wisdom) bukan kebijaksanaan itusendiri.

Plato(427-347 SM) mengartikannya sebagai ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang hakiki lewat dialektika.

Aristoteles(382 –322 SM) mendefinisikan filsafat sebagai pengetahuan tentang kebenaran.

Al-Farabi(870 –950 ) mengartikan filsafats ebagai ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan hakekat alam yang sebenarnya.

Descartes(1590 –1650) mendefinisikan filsafat sebagai kumpulan ilmu pengetahuan tentang Tuhan, alam dan manusia.

Immanuel Kant(1724 –1804) mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan. Menurut Kant ada empat hal yang dikaji dalam filsafat yaitu:

Apa yang dapat manusia ketahui? (metafisika), apa yang seharusnya diketahui manusia?(etika), sampai dimana harapan manusia? ( agama) dan apakah manusia itu? (antropologi)

Merriam-Webster dalam kamusnya filsafat adalah literally the love of wisdom, in the actual usage, the science that investigates the most general facts and prinsciplesof reality and human nature and conduct: logic, ethics, aesthetics and the theory of knowledge.

Kenyataannya semua definisi filsafat diatas tidak pernah dapat menampilkan pengertian yang sempurna karena setiap orang selalu berbeda cara dan gaya dalam mendefinisikan suatu masalah. Definisi dan pengertian tidak akan menyesatkan selama kita memandangnya sebagai cara pengenalan awal atau sementara untuk mencapai kesempurnaan lebih lanjut.

Dengan demikian filsafat merupakan ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh hakekat kebenaran segala sesuatu. Dengan bantuan filsafat, manusia berusaha menangkap makna, hakekat, hikmah dari setiap pemikran, realitas dan kejadian.

Filsafat mengantarkan manusia untuk lebih jernih, mendasar dan bijaksana dalam berfikir, bersikap, berkata, berbuat dan mengambil kesimpulan.

Pendekatan Filsafat dalam Memperoleh Ilmu

Pada zaman Plato sampai pada masa Al-Kindi, batas antara filsafat dan ilmu pengetahuan boleh dikatakan tidak ada. Seorang filosof(ahli filsafat) pasti menguasai semua ilmu pengetahuan.

Perkembangan daya berfikir manusia yang mengembangkan filsafat pada tingkat praktis dikalahkan oleh perkembangan ilmu yang didukung oleh teknologi.

Wilayah kajian filsafat menjadi lebih sempit dibandingkan dengan wilayah kajian ilmu. Sehingga ada anggapan filsafat tidak dibutuhkan lagi. Filsafat kurang membumi sedangkan ilmu lebih bermanfaat dan lebih praktis.

Padahal filsafat menghendaki pengetahuan yang komprehensif yang luas, umum, dan universal dan hal ini tidak dapat diperoleh dalam ilmu. Sehingga filsafat dapat ditempatkan pada posisi dimana pemikiran manusia tidak mungkin dapat dijangkau oleh ilmu.

Ilmu bersifat pasteriori(kesimpulan ditarik setelah melakukan pengujian secara berulang), sedangkan filsafat bersifat priori(kesimpulan ditarik tanpa pengujian tetapi pemikiran dan perenungan).

Keduanya sama-sama menggunakan aktivitas berfikir, walaupun cara berfikirnya berbeda. Keduanya juga sama-sama mencari kebenaran. Kebenaran filsafat tidak dapat dibuktikan oleh filsafat sendiri tetapi hanya dapat dibuktikan oleh teori keilmuan melalui observasi ataupun eksperimen untuk mendapatkan justifikasi.

Filsafat dapat merangsang lahirnya keinginan dari temuan filosofis melalui berbagai observasi dan eksperimen yang melahirkan ilmu-ilmu.

Hasil kerja filosofis dapat menjadi pembuka bagi lahirnya suatu ilmu, oleh karena itu  filsafat disebut juga sebagai induk ilmu(mother of science).

Untuk kepentingan perkembangan ilmu, lahir disiplin filsafat yang mengkaji ilmu pengetahuan yang dikenal sebagai filsafat ilmu pengetahuan.

Ciri Berfikir Filsafat

Berfilsafat dapat diartikan sebagai berfikir. Ciri berfikir filsafat adalah:

a. Radikal:berfikir radikal artinya berfikir sampai keakar permasalahannya.

b. Sistematik, berfikir yang logis, sesuai aturan, langkah demi langkah, berurutan, penuh kesadaran, dan penuh tanggung jawab.

c.Universal, berfikir secara menyeluruh tidak terbatas pada bagian tertentu tetapi mencakup seleuruh aspek.

d.Spekulatif, berfikir spekulatif terhadap kebenaran yang perlu pengujian untuk memberikan bukti kebenaran yang difikirkannya.



Cabang Filsafat

Filsafat mengkaji lima cabang utama yaitu:

1.Logika (hal yang benar dan salah)

2.Etika (hal yang baik dan buruk)

3.Estetika (hal yang indah dan jelek)

4.Metafisika (hakekat keberadaan zat, pikiran, dan kaitannya)

5.Politik (organisasi pemerintahan yang ideal)

Kelima cabang ini berkembang lagi menjadi cabang-cabang filsafat yang lebih spesifik.

Pengertian Filsafat Ilmu

•Filsafat Ilmu merupakan bagian dari Epistemologi(filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu(pengtahuan ilmiah).

•Ilmu berasal dari bahasa Arab: ‘alima, ya’lamu, ‘ilman yang berarti mengetahui, memahami dan mengerti benar-benar. Dalam bahasa Inggris disebut Science, dari bahasa Latin yang berasal dari kata Scientia(pengetahuan) atau Scire(mengetahui). Sedangkan dalam bahasa Yunani adalah Episteme(pengetahuan).

•Dalam kamus Bahasa Indonesia, ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang tersusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang itu (KamusBahasaIndonesia, 1998)

Pengertian ilmu

•Dalam Encyclopedia Americana, ilmu adalah pengetahuan yang bersifat positif dan sistematis.

•Paul Freedman dalam The Principles of Scientific Research mendefinisikan ilmu sebagai: bentuk aktifitas manusia yang dengan melakukannya umat manusia memperoleh suatu pengetahuan dan senantiasa lebih lengkap dan cermat tentang alam di masa lampau, sekarang dan kemudian hari, serta suatu kemampuan yang meningkat untuk menyesuaikan dirinya dan mengubah lingkungannya serta mengubah sifat-sifatnya sendiri.

•S. Hornby mengartikan ilmu sebagai susunan atau kumpulan pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian dan percobaan dari fakta-fakta.

•Poincare, menyebutkan bahwa ilmu berisi kaidah-kaidah dalam arti definisi yang tersembunyi.



Hakekat Pengetahuan

Ada dua teori yang digunakan untuk mengetahui hakekat Pengetahuan:

1.Realisme, teori ini mempunyai pandangan realistis terhadap alam. Pengetahuan adalah gambaran yang sebenarnya dari apa yang ada dalam alam nyata.

2.Idealisme, teori ini menerangkan bahwa pengetahuan adalah proses-proses mental/psikologis yang bersifat subjektif. Pengetahuan merupakan gambaran subjektif tentang sesuatu yang ada dalam alam menurut  pendapat atau penglihatan orang yang mengalami dan mengetahuinya. Premis pokok adalah jiwa yang mempunyai kedudukan utama dalam alam semesta.

Sebenarnya realisme dan idealisme mempunyai kelemahan-kelemahan tertentu.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Januari 2012 in Education

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: