RSS

essay : Masalah Pendidikan Dapat Diselesaikan Oleh Orang Tua yang Peduli

05 Jan

Masalah pendidikan sudah sering terdengar ditelinga kita dan sampai saat ini belum terselesaikan. Pemerintah sepertinya belum menyadari kelalaian mereka di bidang pendidikan.  Tetapi masalah utama adalah masyarakat Indonesia belum berani mengambil tindakan (berarti masih siap menerima kelalaian pemerintah). Di sini lebih banyak orang takut pada pemerintah daripada berani ambil risiko demi masa depan semua anak bangsa. Yang seharusnya dilakukan yaitu perjuangan bersama, dimana semua orang tua saling peduli pada yang lain.

Namun sayangnya saat ini belum ada rasa komunitas, belum ada rasa “sama-sama punya anak, sama-sama peduli pada anak orang lain”. Orang kaya peduli pada anak  mereka saja. Mungkin orang miskin ingin mendapatkan kesempatan korupsi juga di kantor supaya anaknya bisa mendapatkan kesempatan yang sama dengan anak orang kaya. Tidak ada rasa komunitas, tidak ada rasa saling peduli. Semua orang bertindak sendiri-sendiri dan komplain sendiri-sendiri.

Kalau kita menjatuhkan beberapa tetes air mata di atas kepala pemerintah dan pejabat, kepala mereka menjadi sedikit basah dan cukup dilap dengan tisu, lalu dilupakan. Kalau 100juta orang tua menjatuhkan tetesan air mata mereka di atas kepala pemerintah pada saat yang sama, hasilnya adalah banjir raksasa, mana mungkin diabaikan. Orang tua harus bersatu dan menyusun strategi untuk melawan kebijakan pemerintah yang abaikan hak anak bangsa. Kalau tidak, tidak akan ada perubahan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Januari 2012 in Education

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: