RSS

Dasar-dasar Manajemen

05 Jan

Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Mengatur maksudnya melakukan suatu proses atau tindakan yang tearah kepada tujuan yang telah ditetapkan. Jadi manajemen itu merupakan suatu proses atau tindakan yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Orang yang melakukan manajemen disebut manajer. Karena manajemen diartikan ‘mengatur’ tentunya kita perlu tahu apa yang diatur, yang diatur adalah semua unsur-unsur manajemen yang biasa disebut 6M (diantaranya  men, money, methods, materials, mechines and market) dan semua aktivitas yang ditimbulkannya dalam proses manajemen itu. Hal tersebut perlu diatur agar 6M itu berdaya lebih guna, berhasil guna, dan terkoordinasi dalam mencapai tujuan yang optimal. Yang mengatur adalah pemimpin dengan wewenang kepemimpinannya melalui instruksi, sehingga 6M dan semua proses manajemen tertuju serta terarah kepada tujuan yang telah ditetapkan. Mengaturnya yaitu melalui proses dari urutan fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian = planning, organizing, directing and controlling). Pengaturan tersebut hanya dapat dilakukan di dalam suatu organisasi (wadah/tempat), sebab dalam wadah (organisasi) inilah tempat kerja sama, proses manajemen, pembagian kerja, koordinasi, dilakukan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Manajemen bukan merupakan tujuan, tetapi hanya alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan yang ingin dicapai itu adalah laba atau keuntungan. Sebenarnya manajemen mamiliki tujuan mengelola sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu walaupun manajemen hanya merupakan ‘alat dan wadah’ saja, tetapi harus diatur dengan sebaik-baiknya. Karena jika manajemen ini baik, maka tujuan optimal dapat diwujudkan, pemborosan terhindari dan semua potensi yang dimiliki akan lebih bermanfaat. Manajemen yang baik tentunya diperlukan manajer yang profesional dan memiliki kepemimpinan, karena kepemimpinan merupakan upaya untuk menggerakan, memobilisasi, mangarahkan kepada tujuan yang hendak dicapai. Kepemimpinan aplikatif dapat menyempurnakan kegiatan manajemen karena dalam kepemimpinan aplikatif terdapat kepemimpinan yang bermutu, berwawasan dan inovatif. Modal inovatif itu sendiri yaitu mengelola sumber daya dan dana, mengelola staff, mengelola kebutuhan organisasi dan mengelola harapan-harapan organisasi.

Untuk lebih mamahami kegiatan manajemen, perlu diketahui prinsip-prinsip manajemen yaitu pembagian kerja, otoritas atau wewenang, disiplin, kesatuan perintah, kesatuan arah, mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, pemberian upah, pemusatan, jenjang jabatan, tata tertib, kesamaan, kestabilan staff, inisiatif, dan semangat korps. Prinsip-prinsip tersebut dapat dijadikan dasar untuk melakukan kegiatan manajemen sehingga manajer memiliki rancangan yang berkualitas dan dapat merencanakan kegiatan yang akan dilakukan demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Dengan adanya kualitas manajemen yang baik maka kegiatan akan berjalan dengan lancar dan semua kendala yang muncul dapat dihadapi dengan mempertimbangkan pengaruhnya. Oleh karena itu seorang manajer harus bekerja secara profesional, dan profesional itu sendiri dapat dicapai dengan memiliki modal pemahaman yang mendalam tentang dasar-dasar manajemen.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Januari 2012 in Education

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: