RSS

Asas-Asas Teori Organisasi

05 Jan

Asas-asas teori organisasi menurut para ahli diantaranya sebagai berikut:

a. Alford dan Russel

1. Situation Analysis (Analisis Situasi)

yang terdiri dari SWOT Analysis, PEST Analysis, Marketing Mix(bauran kebijakan) dan Competitive Position (posisi persaingan).

2. Objectives (objektif)

kemana kita akan pergi (where do we want to go)? Terdiri dari: Ashridge Mission Model, 5 P’s Model, SMART.

3. Strategy (strategi)

bagaimana kita mendapatkannya (how are we going to get there)? Terdiri dari : Market Segmentation (sekmentasi pasar) dan Positioning.

4. Tactics (taktik)

yang lebih detail dari strategi. Berupa alat (tools) dan komunikasi (communication).

5. Actions (aksi)

implementasi, pengambilan perencanaan kerja dalam Action Plan (perencanaan aksi). Terdiri dari: RACI Model, CSFs dan KPIs.

6. Control (pengawasan)

track progress melalui pengukuran (measuring), pengawasan (monitoring), pengecekan (reviewing), penempatan (updating and modifying). Terdiri dari: Kinerja Manajemen (Performance Management) dan Blanced Scorecard.

Keunikan metode SOSTAC adalah sederhana (simplicity). Pendekatan adalah memenuhi tahapan secara bersama-sama dalam menciptakan perencanaan pemasaran (marketing plan). Terdiri dari 5 C’s of Marketing Strategy (strategi pemasaran 5C), Feasibility Study (studi kelayakan), VMOST dan Customer Relationship Management (manajemen hubungan dengan pemilih).

b. Henry G Hodges

Fungsi Organisasi dan metode :

1. Merencanakan, menyusun, menilai / mengembangkan pola pokok / struktur organisasi.

2. Mengarahkan dan menyelenggarakan policy dan taktik organisasi.

3. Mendayagunakan tenaga kerja dengan menetapkan orang-orang yang tepat melalui klasifikasi     jabatan, uraian jabatan, analisa pada jabatannya pekerjaan dan evaluasi pekerjaan yang setepat-   tepatnya.

4. Membantu top manajer dalam merencanakan, menyusun dan menyempurnakan prosedur kerja dan tata kerja.

5. Membantu top manajer dalam melaksanakan visualisasi rencana kerja, program kerja dan penjadwalannya.

6. Membantu top manajer dalam menemukan pola pokok dan system pengumpulan, penyusunan, penyimpanan dan pemeliharaan serta penetapan jangka waktu atas pemusnahan data, dokumen dan informasi yang amat penting.

7. Merencanakan pembuatan dan penggunaan formulir dalam rangka standarisasi tata kerja.

8. Membantu top manajer dalam menyusun buku-buku pedoman kerja.

9. Mengevaluasi system laporan dan pelaksanaan program kerja.

10. Memelihara hubungan kerjasama antar unit.

11. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan intruksi pimpinan.

12. Mempercepat dan mempertepat dalam proses pengambilan keputusan.

13. Staf O&M membantu dan membebaskan top manajer dari tugas-tugas yang rutin dan teknis.

c. Richard. N. Owen

1. Mendorong seorang pimpinan mulai dari tingkatan paling atas seperti top manajemen sampai pada bawahan untuk dapat berpikir secara sistematis.

2. Membantu pemimpin dalam melaksanakan koordinasi.

3. Mendorong pemimpin atas untuk menampilkan garis-garis besar haluan organisasi demi tercapainya tujuan.

4. Membantu pelaksanaan pengawasan terhadap perkembangan dari apa yang direncanakan.

5. Membantu pemimpin dalam menghadapi perkembangan di masa yang akan datang.

6. Membantu terciptanya gambaran dan hubungan pertanggungjawaban dari masing-masing bagian organisasi.

d. Louis A. Allen

1. Forecasting

yaitu memperkirakan pekerjaan-pekerjan yang akan dilakukan pada saat yang akan datang yang akan dilakukan oleh manajer. Kegiatan yang dilakukan oleh manajer ini atas dasar sistematisasi dan kontinitas pekerjaan serta berdasarkan dimana ia bekerja.

2. Establising objectives

yaitu menentukan tujuan akhir yang akan dicapai dari apa yang telah direncanakan keseluruhannya baik tujuan tiap pekerjaan maupun tujuan globalnya.

3. Programming

yaitu dibuat suatu program yang terdiri dari serangkaian tindakan kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu berdasarkan pada prioritas pelaksanaan.

4. Sceduling

yaitu membuat jadwal pekerjaan sehingga dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

5. Budgeting

yaitu penyusunan anggaran untuk mengalikasikan sumber-sumber yang ada atas dasar efisiensi dan efektifitas, anggaran belanja ini dinyatakan dalam bentuk uang.

6. Developing prosedur

yaitu menentukan cara yang tepat dalam penyelenggaraan pekerjaan di dalam rangka adanya efisiensi, efektifitas dan keseragaman pekerjaan.

7. Establising dan interpreting policy

yaitu manajer harus dapat menafsirkan kebijakan yang akan diambil agar terjamin dalam keselarasan dan keseragaman kegiatan serta tindakan yang akan dilakukan.

e. Stanley Vance

1. Menciptakan lingkungan kerja yang produktif

2. Mendelegasikan pekerjaan

3. Membuat keputusan dan mengatasi masalah

4. Berkomunikasi secara efektif di tempat kerja

5. Membina hubungan kerja yang baik

6. Membuat perencanaan yang selaras dengan kehendak Allah

7. Menghindari perangkap tradisi

8. Mengelola waktu

9. Membuat evaluasi kerja yang berguna

f. Franklin G More

1. Forecasting (ramalan)

yaitu kegiatan meramalkan, memproyeksikan terhadap kemungkinan yang akan terjadi bila sesuatu dikerjakan.

2. Planning (perencanaan)

yaitu penentuan serangkaian tindakan dan kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan.

3. Organizing (organisasi)

yaitu pengelompokan kegiatan untuk mencapai tujuan, termasuk dalam hal ini penetapan susunan organisasi, tugas dan fungsinya.

4. Staffing atau Assembling Resources (penyusunan personalia)

yaitu penyusunan personalia sejak dari penarikan tenaga kerja baru. Latihan dan pengembangan sampai dengan usaha agar setiap petugas memberi daya guna maksimal pada organisasi.

5. Directing atau Commanding (pengarah atau mengkomando)

yaitu usaha memberi bimbingan saran-saran dan perintah dalam pelaksanaan tugas masing-masing bawahan (delegasi wewenang) untuk dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

6. Leading

yaitu pekerjaan manajer untuk meminta orang lain agar bertindak sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

7. Coordinating (koordinasi)

yaitu menyelaraskan tugas atau pekerjaan agar tidak terjadi kekacauan dan saling melempar tanggung jawab dengan jalan menghubungkan, menyatu-padukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan.

8. Motivating (motivasi)

yaitu pemberian semangat, inspirasi dan dorongan kepada bawahan agar mengerjakan kegiatan yang telah ditetapkan secara sukarela.

9. Controlling (pengawasan)

yaitu penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan.

10. Reporting (pelaporan)

yaitu penyampaian hasil kegiatan baik secara tertulis maupun lisan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Januari 2012 in Education

 

Tag: , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: