RSS

Pengembangan Organisasi dan Organisasi yang Sehat

06 Jan

I. Perlunya Pengembangan Organisasi

Pengembangan Organisasi l ebih dikenal dengan organization development (OD) . Teori dan praktik OD didasarkan pada beberapa asumsi penting yakni :

Manusia sebagai individu, Dua asumsi penting yang mendasari OD adalah bahwa manusia memiliki hasrat berkembang dan kebanyakan orang tidak hanya berpotensi, dan berkeinginan untuk berkontribusi sebanyak mungkin pada organisasi. OD bertujuan untuk menghilangkan faktor-faktor dalam organisasi yang menghambat perkembangan dan menghalangi orang untuk berkontribusi demi tercapainya sasaran organisasi.

• Manusia sebagai anggota dan pemimpin kelompok.

Organisasi yang menerapkan OD harus berasumsi bahwa setiap orang dapat diterima dan diakui perannya oleh kelompok kerjanya. Dalam organisasi perlu ditumbuhkan keterbukaan agar para anggotanya dapat dengan leluasa mengungkapkan perasaannya dan pikirannya. Dalam keterbukaan , orang akan mendapatkan kepuasaan kerja yang lebih tinggi, sehingga dengan demikian performansi kelompok akan lebih efektif.

• Manusia sebagai wadah organisasi.

Hubungan antar kelompok-kelompok dalam organisasi menentukan efektivitas masing masing kelompok tersebut. Misalnya bila komunikasi antar-kelompok hanya terjadi pada tingkat manajernya, koordinasi dan kerjasama akan kurang efektif daripada bila segenap anggota kelompok terlibat dalam interaksi.

Alasan akan pentingnya pengembangan Organisasi yaitu:

  • Perubahan adalah pertanda kehidupan
  • Perubahan memberikan harapan
  • Pengembangan merupakan tanggapan atas perubahan
  • Pengembangan merupakan usaha untuk menyesuaikan dengan hal baru (perubahan)

II. Pengertian Pengembangan Organisasi

Ada beberapa pengertian mengenai Pengambangan Organisasi, yaitu:

  1. Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.
  2. Pengembangan Organisasi merupakan suatu proses yang meliputi serangkaian perencanaan perubahan yang sistematis yang dilakukan secara terus-menerus oleh suatu organisasi.
  3. Pengembangan Organisasi merupakan suatu pendekatan situasional atau kontingensi untuk meningkatkan efektifitas organisasi.
  4. Pengembangan Organisasi lebih menekankan pada sistem sebagai sasaran perubahan.
  5. Pengembangan Organisasi meliputi perubahan yang sengaja direncanakan.

III. Pengembangan Organisasi dan Pengembangan Kepemimpinan

Kecenderungan  pengembangan kepemimpinan di suatu perusahaan ditujukan untuk mempercepat para karyawan (manajemen dan non-manajemen) masuk ke dalam suatu lingkungan baru dimana mereka dapat mengembangkan kompetensi dan kapabilitasnya. Di  beberapa perusahaan bisa jadi pengembangan kepemimpinan direfleksikan oleh para pemimpin senior dalam mengelola persepsi tentang beragam isu, membentuk koalisi, dan menggunakan kapasitas huhungan untuk memengaruhi perubahan organisasi. Dan semua dikaitkan dengan strategi bisnis perusahaan, Tanpa itu semua perusahaan seolah berjalan tanpa arah. Ketika persaingan global cenderung semakin tinggi, perusahaan dituntut memiliki program pengembangan kepemimpinan yang unggul yang mampu menggalang jejaring hubungan bisnis.

Dalam suatu penelitian terhadap program pengembangan kepemimpinan Fortune 500 (David Nour,2008, Relationship Economics) ditemukan banyak karyawan yang memiliki perspektif dangkal atau myopia. Misalnya sebatas pada aspek-aspek strategi, rekayasa finansial, dan ekspansi global. Kalau toh tentang kemampuan kepemimpinan hanya sebatas dalam hal model transaksional. Padahal era kini yang jauh lebih penting dan prospektif adalah membangun kepemimpinan transformasional. Suatu proses perubahan dari pandangan rutin yakni apa yang sedang dikerjakan menjadi lebih strategis yaitu mengapa mengerjakan sesuatu. Pendekatannya pun semestinya holistik yang berkisar bukan saja tentang sisi kemampuan, tetapi juga sisi tanggung jawab sosial. Kondisi ini akan semakin mampu meningkatkan kinerja individu dan perusahaan manakala terpenuhinya pendekatan fungsional dan hubungan stratejik yang berbasis pada pendekatan sistematik.

IV. Pengembangan Organisasi dan Pengembangan Latihan

Secara pragmatis program pelatihan dan pengembangan memiliki dampak positif baik bagi individu maupun organisasi. Smith (1997) menguraikan profil kapabilitas individu berkaitan dengan skill yang diperoleh dari pelatihan dan pengembangan. Seiring dengan pengusaan keahlian atau keterampilan penghasilan yang diterima individu akan meningkat. Pada akhirnya hasil pelatihan dan pengembangan akan membuka peluang bagi pengembangan karier individu dalam organisasi.

Dalam konteks tersebut peningkatan karier atau promosi ditentukan oleh pemilikan kualifikasi skill. Sementara dalam situasi sulit dimana organisasi cenderung mengurangi jumlah karyawannya, pelatihan dan pengembangan memberi penguatan bagi individu dengan memberi jaminan job security berdasarkan penguasaan kompetensi yang dipersyaratkan organisasi.

  • Training and devolopment has the potensial to improve labour productivity;
  • Training and devolopment can improve quality of that output, a more highly trained employee is not only more competent at the job but also more aware of the significance of his or her action;
  • Training and development improve the ability of the organisation to cope with change; the succesful implementation of change wheter technical (in the form of new technologies) or strategic (new product, new markets, etc) relies on the skill of the organisation’s member.(smith dalam prinsip-prinsip manajemen pelatihan, Irianto jusuf, 2001).

Disaat kompetisi antar organisasi berlangsung sangat ketat, persoalan produktivitas menjadi salah satu penentu keberlangsungan organisasi disamping persoalan kualitas dan kemampuan karyawan. Program pelatihan dan pengembangan organisasi dapat memberi jaminan pencapaian ketiga persoalan tersebut pada peringkat organisasional.

V. Pengembangan Organisasi dan Penelitian Operasi

Dalam pengembangan penelitian operasi, sangat erat kaitannya dengan pengembangan organisasi karena dalam melakukan suatu penelitian operasi pasti akan dilakukan secara berorganisasi atau membutuhkan suatu kerjasama, maka dari itu pengembangan organisasi disini berperan sebagai suatu bantuan dalam melakukan penelitian operasi untuk mencapai tujuan yang akan dicapai.

VI. Kreativitas dalam Pengembangan Organisasi

Ada 3 program jenis pengembangan organisasi yang diterapkan secara ekstensip sebagai perwujudan kreativitas pengembangan organisasi.

1. Geradi Manajemen

merupakan salah satu program pengembangan organisasi yang terdiri atas enam tahap, yang meskipun tidak setiap organisasi berkenaan melalui keseluruhan tahap itu.

Tahap 1: adalah penyajian konsep

Tahap 2: program tersebut menekankan pengembangan tim, yang menggunakan geradi tersebut sebagai kerangka pembahasan. Fokusnya adalah pada suatu tim tunggal dan manajer yang mengepalai tim tersebut

Tahap 3: menekankan pengembangan antar kelompok untuk mengurangi terjadinya konflik diantara kelompok

Tahap 4: mengembangkan model organisasi yang ideal

Tahap 5: adalah tahap penerapan model tersebut

Tahap 6: merupakan tahap evaluasi program.

2. Manajemen

Program ini seperti hanya geradi manajemen, diorganisasi berdasarkan orientasi konsiderasi dan struktur, akan tetapi kedua orientasi ini dapat dikombinasikan atau dapat diabaikan oleh manajer, dengan memberikan pilihan empat gaya karena salah satu gaya ini dapat efektif atau tidak efektif, dan tersedia delapan gaya manajerial.

3. Sistem 1 sampai 4

Kerangka pengembangan organisasi yang menggunakan empat sistem antara lain:

  1. Sistem 1: Eksploitatif-autoritatif
  2. Sistem 2: Murah hati-autoritatif
  3. Sistem 3: Konsultatif
  4. Sistem 4: Partisipatif

Untuk manganalisis sistem yang sekarang dan bergerak kearah yang lebih baik program ini menggunakan sebuah model organisasi dengan tiga jenis variabel yaitu variabel kausal, variabel sela, dan variabel tujuan-hasil.

VII. Strategi-Strategi Pengembangan Organisasi

Strategi pengembangan oraganisasi pada hakekatnya adalah strategi interfensi yang dapat dipergunakan untuk mengatasi dan memecahkan masalah yang dihadapi oleh organisasi atau didalam melakukan perubahan-perubahan. Sampai sekarang cukup banyak strategi pengembangan organisasi yang telah dikembangkan oleh para pakar. Di antaranya sebagai berikut :

1. Latihan Kepekaan (sensitivity taining).

merupakan teknik OD yang pertama diperkenalkan dan ayang dahulu paling sering digunakan. Teknik ini sering disebut juga T-group. Dalam kelompok kelomok T (singkatan training) yang masing masing terdiri atas 6 – 10 peserta, pemimpin kelompok (terlatih) membimbing peserta meningkatkan kepekaan (sensitivity) terhadap orang lain, serta ketrampilan dalam hubunga antar-pribadi

2. Kisi Pengembangan Organisasi (grid OD).

Pendekatan grip pada pengembangan organisasi di dasarkan pada konsep managerial grip yang diperkenalkan oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Konsep ini mengevaluasi gaya kepemimpinan mereka yang kurang efektif menjadi gaya kepemimpinan yang ideal, yang berorientasi maksimum pada aspek manusia maupun aspek produksi.

3. Survai Umpan Balik.

Tiap peserta diminta menjawab kuesioner yang dimaksud untuk mengukur persepsi serta sikap mereka (misalnya persepsi tentang kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan mereka). Hasil surveini diumpan balikkan pada setiap peserta, termasuk pada para penyelia dan manajer yang terlibat. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kuliah atau lokakarya yang mengevaluasi hasil keseluruhan dan mengusulkan perbaikan perbaikan konstruktif.

4. Konsultasi Proses.

Dalam Process consultation, konsultan OD mengamati komunikasi, pola pengambilan keputusan, gaya kepemimpinan, metode kerjasama, dan pemecahan konflik dalam tiap unit organisasi. Konsultan kemudian memberikan umpan balik pada semua pihak yang terlibat tentang proses yang telah diamatinya , serta menganjurkan tindakan koreksi.

5. Pembentukan Tim.

adalah pendekatan yang bertujuan memperdalam efektivitas serta kepuasaan tiap individu dalam kelompok kerjanya atau tim. Teknik team building sangat membantu meningkatkan kerjasama dalam tim yang menangani proyek dan organisasinya bersifat matriks.

6. Transcational Analysis (TA).

            TA berkonsentrasi pada gaya komunikasi antar-individu. TA mengajarkan cara menyampaikan pesan yang jelas dan bertanggung jawab, serta cara menjawab yang wajar dan menyenangkan. TA dimaksudkan untuk mengurangi kebiasaan komunikasi yang buruk dan menyesatkan.

7. Intergroup Activities.

            Fokus dalam teknik intergroup activities adalah peningkatan hubungan baik antar-kelompok.Ketergantungan antar kelompok, yang membentuk kesatuan organisasi, menimbulkan banyak masalah dalam koordinasi. Intergroup activities dirancang untuk meningkatkan kerjasama atau memecahkan konflik yang mungkin timbul akibat saling ketergantungan tersebut.

8. Third-party Peacemaking.

Dalam menerapkan teknik ini, konsultan OD berperan sebagai pihak ketiga yang memanfaatkan berbagai cara menengahi sengketa, serta berbagai teknik negosiasi untuk memecahkan persoalan atau konflik antar-individu dan kelompok.

VIII. Kesimpulan

Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.

Dalam menjalankan roda organisasi maka faktor yang lebih diutamakan adalah SDMnya hal ini karena perputaran roda organisasi dikelola oleh sekelompok orang yang memiliki komitmenb bersama dalam mencapai tujuan bersama. Apabila SDM yang tersedia dan yang menjalankan organisasi adalah manusia yang memiliki kompeten dalam bidang yang diembannya maka dapat di pastikan output dari organisasi tersebut akan berkualitas dan siap menjawab tantangan modern, artinya dapat bersaing dengan organisasi lainnya sesuai dengan perubahan yang terjadi.

Namun apabila selama perputaran roda organisasi dirasakan tiada menunjukkan perkembangan yang pesat bahkan hamper mati, maka perlu segera diadakan revisi dan eveluasi dalam tubuh organisasi sebelum pada akhirnya jatuh pada jurang yang dalam. Pembenahan dalam tubuh dapat dilakukan dengan penanaman akan pemahaman prinsip-prinsip serta tujuan organisasi pada seluruh anggota organisasi dan melalui strategi-strategi yang seperti ditawarkan diatas sehingga organisasi dapat eksist pada masanya.

REFERENSI

Hasbulloh.(2008).MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI [online].Tersedia: http://hasbulloh.multiply.com/journal/item/13/Manajemen_dan_Pengembangan_Organisasi (di akses tanggal 18 Desember 2010)

Lukman.(2010).Pengertian pengembangan Organisasi [online].Tersedia: http://lukmancoro ners.blogspot.com/2010/06/pengertian-pengembangan-organisasi.html (di akses tanggal 18 Desember 2010)

Mangkuprawira, H.Sjafri.(2008).PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN:MYOPIA [online].Ters edia: http://indosdm.com/pengembangan-kepemimpinan-myopia (di akses tanggal 18 Dese mber 2010)

Rizal.(2007).STRATEGI PENGEMBANGAN ORGANISASI MODEREN [online].Tersedia: http://rumahrizal.multiply.com/journal/item/10 (di akses tanggal 18 Besember 2010)

Sulaiman.(2008).PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SDM [online].Tersedia: http://sulai man.blogdetik.com/2008/10/06/su7as-pelatihan-dan-pengembangan-sdm/ (di akses tranggal 18 desember 2010)

Zizer.(2009).Pengembangan Organisasi [online].Tersedia: http://zizer.wordpress.com/2009/ 11/26/pengembangan-organisasi/ (di akses tanggal 18 Desember 2010)

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 6 Januari 2012 in Education

 

Tag: , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: