RSS

TUJUAN PENDIDIKAN, ANAK DIDIK DAN PENDIDIK, ISI DAN ALAT PENDIDIKAN

05 Jan

Latar Belakang Masalah

Peningkatan mutu dalam pendidikan sangat dibutuhkan suatu bangsa yang ingin maju karena dengan pendidikan yang bermutu dapat menunjang pembangunan dalam segala bidang Pendidikan merupakan upaya sadar atau disengaja yang diberikan oleh pendidik kepada anak didik agar mencapai kedewasaan. Karena itu selain harus mempunyai dasar dan tujuan pendidikan yang jelas yang dapat menentukan kearah mana anak didik akan dibawa, serta pendidik pun harus memiliki isi pendidikan bagi anak didiknya. Pendidikan berlangsung dalam pergaulan antara orang dewasa dengan anak atau peserta didik. Tujuan pendidikan merupakan faktor utama yang hendak dituju. Tujuan pendidikan adalah salah satu unsur pendidikan berupa rumusan tentang apa yang harus dicapai oleh anak didik, yang berfungsi sebagai pemberi arah bagi semua kegiatan pendidikan.

Menurut M.J. Langeveld (1980), tujuan umum pendidikan adalah kedewasaan atau manusia dewasa, yaitu manusia yang mampu menentukan dirinya sendiri secara mandiri atas tanggung jawab sendiri. Pergaulan antara anak dan anak tidak mengandung kemungkinan untuk munculnya situasi pendidikan. Hal ini bukan berarti bahwa pergaulan mereka tidak berpengaruh bagi perkembangan pribadi anak melainkan pergaulan mereka tidak akan terdapat hubungan berdasarkan kesimpulan. Pendek kata pendidikan tidak mungkin berlangsung dalam pergaulan anak dan anak.

Demikian halnya bahwa pendidikan tidak berlangsung dalam pergaulan orang dewasa dengan orang dewasa. Dalam pergaulan orang dewasa mungkin terdapat pengaruh positiv bagi perkembangan pribadi kedua belah pihak yang bergaul, namun demikina hal itu bukanlah pendidikan melainkan disebut bildung, artinya suatu upaya pembinaan diri atas tanggung jawab sendiri (M.J.Langeveld, 1980:104).

Peran serta guru dalam mempengaruhi seorang siswa sangatlah penting agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup  dalam keluarga dan masyarakat. Dalam hal ini guru harus dapat mendidik peserta didiknya, mendidik dalam hal memberi  pengajaran, membuat seseorang memahami, dan dengan pemahaman yang dimiliki peserta didik dapat mengembangkan potensi diri dengan menerapkan apa yang telah dipelajari. Peran pendidik harus dapat membimbing para peserta didik sampai pada tujuan yang telah ditetapkan. Metode-metode pembelajaran yang dapat berpengaruh dalam menghasilkan peserta didik yang berkualitas sangatlah perlu diperhatikan karenanya para pendidik harus dapat membawa para peserta didik untuk dapat lebih menyenangkan  dalam mempelajari dunia pendidikan.

Tujuan pendidikan

Tujuan pendidikan adalah salah satu unsur pendidikan berupa rumusan tentanng apa yang harus dicapai oleh anak didik. Yang berfungsi sebagai pemberi arah bagi semua kegiatan pendidikan. Menurut M.J. Langeveld tujuan umum pendidikan adalah kedewasaan atau manusia dewasa yaitu manusia yang mampu menentukan diri sendiri secara mandiri atas tanggung jawab sendiri.

Pendidikan adalah bimbingan/pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang sedang tumbuh untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sehingga tidak perlu bimbingan lagi. Langeveld berpendapat bahwa setelah anak itu dewasa dan cukup cakap mengatasi masalah-masalah hidupnya, anak tidak perlu dibimbing atau ditolong lagi. Jadi tujuan pendidikan menurut Langeveld adalah untuk mengantarkan anak menjadi dewasa dan mampu memecahkan kesulitan atau hambatan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Langeveld mengemukakan jenis-jenis tujuan pendidikan terdiri dari tujuan umum, tujuan tak lengkap, tujuan sementara, tuuan kebetulan dan tujuan perantara. Pembagian jenis-jenis tujuan tersebut merupakan tinjauan dari luas dan sempit tujuan yang ingin dicapai. Urutan hirarkhis tujuan pendidikan dapat dilihat dalam kurikulum pendidikan yang terjabar mulai dari :

  1. Cita-cita nasional/tujuan nasional (Pembukaan UUD 1945)
  2. Tujuan Pembangunan Nasional (dalam Sistem Pendidikan Nasional),
  3. Tujuan Institusional (pada tiap tingkat pendidikan/sekolah),
  4. Tujuan kurikuler (Pada tiap-tiap bidang studi/mata pelajaran atau kuliah)
  5. Tujuan instruksional yang dibagi menjadi dua yaitu tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus.

Dengan demikian tampak keterkaitan antara tujuan instruksional yang dicapai guru dalam pembelajaran dikelas, untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang bersumber dari falsafah hidup yang berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945.

Anak didik dan pendidik

Anak didik adalah anak yang karena ketergantungannya menimbulkan tanggung jawab pendidikan pada orang dewasa sehingga secara sengaja orang dewasa memberikan bantuan kearah kedewasaan. Sedangkan pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung jawab atas pendidikan anak didik dan secara sengaja membantu anak didik agar mencapai kedewasaan.

Langeveld mengemukakan bahwa:

Anak bukanlah orang dewasa dalam bentuk kecil, oleh sebab itu anak memiliki sifat kodrat kekanak-kanakan yang berbeda dengan sifat hakikat kedewasaan. Anak memiliki sikap menggantungkan diri, membutuhkan pertolongan dan bimbingan baik jasmaniah maupun rohaniah. Sifat hakikat manusia dalam pendidikan ia mengemukakan anak didik harus diakui sebagai makhluk individu dualitas, sosialitas dan moralitas. Manusia sebagai mahluk yang harus di didik dan mendidik

Pendidikan berlangsung dalam pergaulan antara orang dewasa dengan anak atau orang yang belum dewasa, namun belum tentu setiap pergaulan demikian tergolong pendidikan. Agar pergaulan tersebut tergolong pendidikan, ada dua sifat yang harus dipenuhi, yaitu :

-          Adanya pengaruh dari orang dewasa yang dilakaukan secara sengaja terhadap anak didik atau orang yang dewasa.

-          Pengaruh itu bertujuan agar anak atau oarng yang belum dewasa mencapai kedewasaan.

Faktor penentu kewibawaan pendidik adalah:

(1) kasih sayang pendidik terhadap anak didik atau orang yang belum dewasa,

(2)  kepercayaan pendidik bahwa anak didiknya/ orang yang belum dewasa akan mampu mencapai kedewasaan.

(3)  kedewasaan pendidik,

(4)  Identifikasi terhadap anak didik

(5) tanggung jawab pendidikan.

Di pihak lain factor penentu kepenurutan anak didik terhadap pendidik adalah:

(1) kemampuan anak/orang yang belum dewasa dalam memahami bahasa,

(2) kepercayaan anak didik atau orang yang belum dewasa kepada pendidik,

(3) identifikasi,

(4) imitasi,

(5) simpati dan kebebasan anak didik

 

Isi dan alat pendidikan

Pendidikan merupakan upaya sadar atau disengaja yang diberikan oleh pendidik kepada anak didik agar mencapai kedewasaan. Isi pendidikan harus ditetapkan dengan mempertimbangkan tujuan pendidikan, karena tujuan pendidikan berisi tentang gambaran manusia ideal yang harus dicapai anak didik baik berkenaan dengan kesehatannya, potensi-potensinya, individualitas, sosialitas, kebudayaan dan keberagamannya.

Alat pendidikan

Alat pendidikan adalah suatu tindakan atau perbuatan atau situasi yang dengan sengaja diadakan oleh pendidik untuk mencapai suatu tujuan pendidikan menurut M.J Langeveld ada 4 aspek yang harus dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan alat pendidikan yaitu :

  1. Tujuan pendidikan yang hendak di capai
  2. Alat pendidikan yang tersedia dengan memperhitungkan
  3. Pendidik yang akan menggunakannya
  4. Anak didik yang akan dikenai tindakan

Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan semua alat pendidikan adalah bahwa alat pendidikan itu digunakan dan diarahkan agar anak menjadi dewasa  atau mampu “berdiri sendiri, bertanggungjawab dan berpartisipasi positive dalam kehidupan”.

PEMBAHASAN

Tujuan pendidikan adalah salah satu unsur pendidikan berupa rumusan tentang apa yang harus dicapai oleh anak didik, yang berfungsi sebagai pemberi arah bagi semua kegiatan pendidikan. Tujuan tersebut seperti:

-          Membangun kampus yang layak untuk belajar siswa

-          Meningkatkan kesejahteraan guru, karyawan dan siswa

-          Meningkatkan hubungan yang harmonis antar institusi dengan masyarakat atau dengan instansi lain yang tidak mengikat

-          Menggali dan membangun minat belajar siswa

-          Meningkatkan kemampuan professional guru

Dengan adanya tujuan pendidikan mampu menciptakan manusia yang dapat  menentukan dirinya sendiri atas tanggung jawabnya.

Pendidikan atau mendidik adalah suatu upaya orang dewasa yang dilakukan secara sengaja untuk membantu anak atau orang yang belum dewasa agar mencapai kedewasaan. Pendidikan berlangsung dalam pergaulan antara orang dewasa dengan anak atau orang yang belum dewasa dalam suatu lingkungan. Karena pendidikan itu diupayakan secara sengaja, maka dalam hal ini pendidik tentunya telah memiliki tujuan pendidikan.

Untuk mencapai tujuan, pendidik harus memilih isi pendidikan tertentu dan menggunakan alat pendidikan tertentu pula. Adanya enam unsur yang terlibat dalam pendidikan atau pergaulan pendidikan, yaitu:

(1) tujuan pendidikan,

(2) pendidik,

(3) anak didik,

(4) isi pendidikan,

(5) alat pendidikan,

(6) lingkungan pendidikan.

Isi pendidikan harus ditetapkan dengan mempertimbangkan tujuan pendidikan, sebab isi pendidikan harus dipilih untuk mencapai tujuan pendidikan yang hendak dicapai. Karena tujuan pendidikan berisi tentang gambaran manusia ideal yang harus dicapai anak didik, baik berkenaan dengan kesehatannya, potensi-potensinya, sosialitas, dan lain-lain.

Menurut Benyamin Bloom dkk, isi program pendidikan harus disesuaikan dengan berbagai aspek yang ingin dikembangkan pada anak didik, seperti aspek kognitif maupun psikomotoriknya. Hal ini perlu diperhatikan, karena anak yang belum mampu melaksanakan tugas-tugas perkembangan sesuai dengan baik, akan mengalami hambatan dalam melaksanakan tugas-tugas perkembangan berikutnya. Sehingga pendidikan harus disesuaikan dengan kematangan anak didik.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan upaya sadar atau disengaja yang diberikan oleh pendidik Kepada anak didik agar mencapai kedewasaan. Isi pendidikan harus ditetapkan dengan mempertimbangkan tujuan pendidikan, karena tujuan pendidikan berisi tentang gambaran manusia ideal yang harus dicapai anak didik baik berkenaan dengan kesehatannya, potensi-potensinya, individualitas, sosialitas, kebudayaan dan keberagamannya.

Dalam KBM, pendidik biasanya menggunakan metode diskusi namun tergantung pada bahan materi, situasi dan kondisi, serta perkembangan zaman. Disini pendidik mencoba mendorong semangat siswa dengan cara belajar yang santai namun harus mencapai inti pembelajaran. Pendidik pun mengikuti perkembangan zaman untuk dapat menarik minat siswa dengan cara memanfaatkan info-info yang aktual agar pendidik tidak ketinggalan canggih dengan siswa, karena siswa zaman sekarang mudah terpengaruh dengan gaya modernisasi sehingga pendidik harus mengikuti alur tanpa meninggalkan tujuan awal.

Anak bukanlah orang dewasa dalam bentuk kecil, oleh sebab itu anak memiliki sifat kodrat kekanak-kanakan yang berbdeda dengan sifat hakikat kedewasaan. Anak memiliki sikap menggantungkan diri, membutuhkan pertolongan dan bimbingan baik jasmaniah maupun rohaniah. Sifat hakikat manusia dalam pendidikan ia mengemukakan anak didik harus diakui sebagai makhluk individu dualitas, sosialitas dan moralitas. Manusia sebagai mahluk yang harus di didik dan mendidik

Saran

Setelah kami melakukan observasi pada kedua sekolah tersebut, perlu adanya perbaikan dan peningkatan dalam system pembelajaran yang lebih aktif antara guru dan murid agar terjalin hubungan yang interaktif, sehingga materi yang disampaikan guru (pendidik) dapat diterima dengan baik.

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Januari 2012 in Education

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: