RSS

Model-Model Pembelajaran

05 Jan

1. MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL)

Pembelajaran Kontekstual adalah konsep pembelajaran yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa. Dan juga mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

► Landasan Filosofis :

  • CTL mencerminkan konsep saling bergantungan
  • CTL mencerminkan prinsip deferensiasi
  • CTL mencerminkan prinsip pengorganisasian diri
  • Konstruktivisme artinya filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengkonstruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. Pengetahuan tidak bisa dipisah-pisahkan harus utuh.
  • Konstruktivisme berakar pada filsafat pragmatisme yang digagas oleh John Dewey pada awal abad ke 20 yaitu filosofi belajar yang menekankan kepada pengembangan minat dan pengalaman siswa.

► Komponen Pembelajaran Kontekstual

  1. Konstruktivisme
  2. Inkuiri
  3. Bertanya
  4. Masyarakat belajar
  5. Pemodelan
  6. Refleksi
  7. Penilaian

► Pola/Skenario Pembelajaran Kontekstual

Pembelajaran kontekstual dapat dilaksanakan dari TK – SD – SMTP – SMTA dan PT.

Contoh-contoh pengkaitan dalam CTL di kelas :

Di kelas yang sudah tinggi para guru mendorong siswa untuk membaca, menulis dan berpikir dengan cara kritis dengan meminta mereka untuk fokus pada persoalan-persoalan kontroversial di lingkungan atau masyarakat (misalnya melakukan penelitian di perpustakaan, melakukan survey lapangan dan mewawancarai pejabat).

► Aturan-Aturan Pembelajaran Kontekstual

  1. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan mengkonstruksikan sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.
  2. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.
  3. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.
  4. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok)
  5. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran.
  6. Lakukan refleksi di akhir penemuan.
  7. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara.

► Ciri Kelas Yang Menggunakan Pendekatan Kontekstual

  1. Pengalaman nyata
  2. Kerjasama saling menunjang
  3. Gembira belajar dengan bergairah
  4. Pembelajaran terintegrasi
  5. Menggunakan berbagai sumber
  6. Siswa aktif dan kritis
  7. Menyenangkan tidak membosankan
  8. Sharing dengan teman
  9. Guru kreatif

► Langkah-Langkah Pembelajaran Kontekstual

  1. Memilih tema
  2. Menentukan konsep-konsep yang dipelajari
  3. Menentukan kegiatan –kegiatan untuk investigasi konsep-konsep terdaftar
  4. Menentukan mata pelajaran terkait(dalam bentuk diagram)
  5. Mereviu kegiatan-kegiatan & mata pelajaran yang terkait
  6. Menentukan urutan kegiatan
  7. Menyiapkan tindak lanjut

2. MODEL PEMBELAJARAN COLABORATIVE

► Konsep

  • Kerja Sama Dua orang atau lebih
  • Memecahkan masalah Bersama
  • Mencapai Tujuan Tertentu

► Dua unsur penting

  • Ada tujuan yang sama

diskusi menentukan strategi,keputusan bersama,persoalan milik bersama

  • Ketergantungan yang positif anggota berhasil bila seluruh anggota bekerja sama

► Ketergantungan Dibantu Dengan Cara

1. Memberi tugas peran khusus anggota sbb :

  • Pengamat
  • Pengklarifikasi
  • Perekam
  • Pendorong

2.  Pecah tugas menjadi sub-sub tugas yang diperlukan untuk melengkapi keberhasilan tugas.

► Bentuk-Bentuk Belajar Collaborative

STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD):

  • Sajian Dosen
  • Diskusi Kelompok siswa
  • Tes/Kuis/Silang tanya antar kelompok
  • Penguatan dosen

Lima langkah pokok:

  • Presentasi guru,perhatian cermat siswa, membantu quis
  • Tim (kelompok):
  1. Fungsi utama :membantu anggota mengerjakan quis dengan baik
  2. Anggota mengerjakan SST yang terbaik untuk tim
  • Presentasi Dosen satu atau dua pereode
  • Satu atau dua periode praktek kelompok,ada quis individual
  • Siswa tidak diijinkan saling bantu

3. MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.

► Konsep Pembelajaran Kooperatif

  • Pembelajaran kooperatif menciptakan interaksi yang asah, asih dan asuh, sehingga tercipta masyarakat belajar.
  • Siswa tidak hanya belajar dari guru tetapi juga dari sesama siswa.

► Ciri-Ciri Pembelajaran Kooperatif

  1. Saling ketergantungan positif
  2. Interaksi tatap muka
  3. Akuntabilitas individual
  4. Keterampilan menjalin hubungan antar pribadi.

► Keuntungan Penggunaan Pembelajaran Kooperatif

  1. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial
  2. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenal sikap, ketrampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan-pandangan
  3. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial
  4. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri/egois
  5.  Meningkatkan rasa saling percaya kerpada sesama manusia

► Teknik Pembelajaran kooperatif

A. Metode STAD (Student Teams Achievement Division) untuk mengajarkan kepada siswa baik verbal maupun tertulis.

Langkah-Langkah :

  1. Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok.
  2. Tiap anggota menggunakan lembar kerja akademik kemudian saling membantu untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi antar anggota tim.
  3. Tiap minggu atau 2 minggu guru mengevaluasi untuk mengetahui penguasaan materi yang telah diberikan.
  4. Tiap siswa dan tiap tim diberi skor atas penguasaannya terhadap materi, yang meraih prestasi tinggi diberi penghargaan.

B. Metode Jigsaw

Dikembangkan oleh Slavin dkk

► Langkahnya :

  • Kelas dibagi menjadi beberapa tim/kelompok anggotanya 5-6 yang karakteristiknya heterogen.
  • Bahan yang disajikan bentuk teks, tiap siswa bertanggung jawab mempelajari.
  • Setiap kelompok mempunyai tugas dan tanggung jawab mengkaji bagiannya. Bila berkumpul disebut kelompok pakar.
  • Para siswa yang ada dalam kelompok pakar kembali ke kelompok semula untuk mengajar anggota baru mengenai materi yang dipelajari dalam kelompok pakar.
  • Setelah diadakan pertemuan dan diskusi para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan yang pernah di pelajari.
  • Pemberian skor diberikan / dilakukan seperti dalam metode STAD. Nilai tertinggi diberi penghargaan oleh guru.

Contoh-contoh bisa dibaca di buku.

► Metode lain yang bisa digunakan dalam pembelajaran Kooperatif:

  1. Metode G (Group Investigation)
  2. Metode Struktural
  3. Dua Tinggal Dua Tamu
  4. Keliling Kelompok
  5. Kancing Gemerincing

4. PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING

Proses pembelajaran quantum teaching intinya pembelajaran yang menyenangkan, kreatif tidak membosankan.

Kalau semua itu tidak tercapai, guru harus ganti strategi dengan menggunakan multi media, sehingga membuat pembelajaran lebih efektif, proses belajar saat ini boleh dikatakan aktif, partisipatif, konstruktif, komunikatif dan berorientasi pada tujuan.

► Dasar Teori Quantum Teaching

Quantum – Bermakna

Pembelajaran quantum merupakan ramuan atau rakitan dari berbagai teori atau pandangan psikologi kognitif dan pemrograman neorologi yang jauh sebelumnya sudah ada dikaitkan dengan penemuan empiris sehingga terjadi keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan yang pada dasarnya anak itu mempunyai kecerdasan ganda.

► Karakteristik Umum Pembelajaran Quantum

  • Berpangkal pada psikologi kognitif
  • Bersifat Humanistis bukan positivistis-empiris
  • Siswa sebagai pebelajar menjadi pusat perhatian.
  • Lebih bersifat pada konstruktivistis
  • Memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna.
  • Sangat menekankan pada pencapaian pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi.
  • Sangat menekankan kealamiyahan dan kewajaran proses pembelajaran.

► Teknik Pembelajaran Quantum

  1. Melatih imajinasi
  2. Teknik rantaian kata
  3. Teknik plesetan kata
  4. Sistem pasak lokasi
  5. Teknik Akrostik (jembatan keledai)
  6. Teknik Memori

5. MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK (Untk kelas I – III)

  • Pembelajaran Tematik adalah pembelajaran berdasarkan tema untuk mempelajari suatu materi guna mencapai kompetensi tertentu.
  • Tema adalah suatu bidang yang luas, yang menjadi fokus bahasan dalam pembelajaran.
  • Topik adalah bagian dari tema/subtema.
  • jenis tema: INTRA DISCIPLINARY DAN INTER DISCIPLINARY

► Rasional pembelajaran Tematik

  • Menyajikan pendekatan belajar yang bermakna.
  • Tema memberikan kerangka berpikir untuk menemukan kaitan antar bidang studi.
  • Mengajar dengan tema sebagai suatu cara untu melakukan keterpaduan.
  • Kecenderungan menemukan kaitan dalam pembelajaran yang diorganisasikan secara tematik.

► Strategi Pembelajaran Tematik

  • Memilih tema
  • Menentukan konsep kunci
  • Menentukan kegiatan-kegiatan untuk investigasi konsep
  • Menentukan bidang studi/bidang pengembangan mana yang digunakan sebagai bagian kegiatan
  • Reviu kegiatan & bidang studi/bidang pengembangan yang berkaitan
  • Mengorganisasi bahan-bahan untuk memudahkan distribusi & penggunaan
  • Menentukan urutan kegiatan yang disajikan di kelas
  • Diskusi tindak lanjut

6. MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM

a. Model Konstruktivisme

Landasan Teori

  • Siswa mengkonstruksi idea berdasarkan pengalaman dan interaksi dng sumber belajar
  • Hasil belajar dapat ditampilkan dengan berbagai cara.

Langkah :

  • Orientasi, Penggalian Idea, Restrukturisasi Idea, Aplikasi Idea, Reviu, Membandingkan

b. Model Pemecahan Masalah/Studi Kasus

Tujuan :

  • Mengembangkan kemampuan analisis & memecahkan masalah/mengambil keputusan
  • Topik nyata dalam kehidupan yang mempersyaratkan pemecahan masalah
  • Evaluasi : proses kelompok & hasil pemecahan masalah

Langkah-Langkah :

  • Pendahuluan : orientasi pada masalah
  • Kegiatan inti :Sajikan kasus (peristiwa yang mengandung masalah untuk bahan diskusi/analisis)
  • Pecahkan kasus dalam kelompok / secara individual
  • Kegiatan penutup : Menindaklanjuti hasil kelompok / individu

c. Model Jigsaw

  • Landasan Teori : belajar kolaboratif dan aktif, mhsw dapat belajar dari teman
  • Topik : dapat dipecah menjadi 2-4 subtopik
  • Tujuan : menanamkan konsep melalui kerja sama
  • Langkah : kelas dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari 3-8 orang.

d. Model Pembelajaran Kreatif dan Produktif

  • Landasan Teori : Belajar aktif, konstruktivistik, kolaboratif dan kreatif
  • Tujuan : Kemampuan memahami informasi, memecahkan masalah & dampak pengiring, kerja sama, disiplin, mandiri.
  • Topik : dari bidang sosial, IPA, bahasa
  • Evaluasi : proses dan hasil

Langkah-Langkah

  • Orientasi
  • Eksplorasi
  • Interpretasi
  • Re-kreasi

e. MODEL LATIHAN KETRAMPILAN

  • Tujuan : Menguasai keterampilan tertentu (intelektual, sosial, motorik)

Bentuk :

  • Teori-praktek (situasi nyata)
  • Simulasi
  • Bermain peran

f. MODEL BERMAIN PERAN

a. Tujuan :

Menghayati situasi tertentu dan bertindak sesuai dengan situasi tersebut.

b. Topik :

Masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah-langkah

  • Menyajikan dan membahas situasi
  • Menyiapkan permainan
  • Bermain
  • Mengungkapkan pengalaman
About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Januari 2012 in Education

 

Tag: , , , , ,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: